Dampak harga kopi semakin mahal, muncul berbagai isu dan promosi liar yang dapat menyesatkan petani kopi, seperti menanam jenis kopi populer, tanpa memperhitungkan cocok tidaknya jenis kopi tersebut dikembangkan di wilayahnya. Akibatnya banyak perkebunan kopi mengalami kerusakan sangat parah akibat terinfeksi patogen jamur H. vastatrix. Penyebabnya karena kurangnya pengetahuan dan keterampilan petani mengelola perkebunan kopi. Selain itu pemahaman petani tentang kesesuaian lahan untuk budidaya kopi masih kurang. Karena masalah tersebut, maka dilaksanakan kegiatan penyuluhan dan pendampingan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani mengelola perkebunan kopi secara intensif. Hasil kegiatan ini menunjukkan, bahwa pelaksanaan penyuluhan dan pendampingan berlangsung tertib, lancar dan menyenangkan terbukti dari tingginya partisipasi dan antusiasme peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Pengetahuan dan keterampilan petani peserta semakin meningkat mengelola perkebunan kopinya, sehingga mereka berani mengambil keputusan tegas, bahwa kopi arabica tidak diusahakan di wilayah desa Pringgajurang Utara karena mengalami kerusakan sangat parah akibat terinfeksi jamur H. vastatrix. Penggantinya kopi robusta yang dipelihara intensif dengan memperbaiki sanitasi kebun, pemangkasan tanama kopi dengan motto: sering, sedikit dan ringan, penanaman tanaman peneduh sementara dan peneduh tetap dengan jarak tanam yang teratur, aplikasi bahan penyubur tanah dengan pupuk organik secara rutin dan pengandalian HPT secara terpadu.
Copyrights © 2026