Ni Wayan Sri Suliartini
Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ISOLASI DAN KARAKTERISASI MIKROBIA BINTIL AKAR PUTRI MALU (Mimosa pudica) INDIGENUS DARI LAHAN KERING PRINGGABAYA, LOMBOK TIMUR Novita Hidayatun Nufus; Wayan Wangiyana; Ni Wayan Sri Suliartini
Gontor AGROTECH Science Journal Vol 8, No 1 (2022): June 2022
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/agrotech.v8i1.8115

Abstract

. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam meningkatkan kualitas tanah dalam rangka peningkatan produksi pertanian adalah melalui pemanfaatan pupuk hayati. Pupuk hayati merupakan mikroorganisme tanah yang dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman melalui peningkatan suplai dan penyerapan unsur hara tanah. Mikrobia tersebut dapat diperoleh dari tanaman yang bersimbiosis dengannya, salah satunya adalah Putri malu (Mimosa pudica).  Penelitian dilaksanakan dengan tujuan untuk memperoleh isolat mikrobia pembentuk bintil akar yang bersimbiosis dengan tanaman Putri malu (Mimosa pudica) indigenus yang hidup di lahan kering Pringgabaya, Kabupaten Lombok Tmur, Nusa Tenggara Barat sebagai sumber isolate dalam produksi pupuk hayati. Untuk itu dilakukan isolasi mikrobia dari bintil akar tanaman Putri malu yang dilanjutkan dengan karakterisasi isolate yang didapat. Isolasi dilakukan dengan menginokulasi suspensi bintil akar ke dalam media tumbuh berupa Yeast Manitol Agar (YMA). Pemurnian isolate dilakukan dengan menumbuhkan isolate pada YMA ke dalam media YMA yang baru dengan teknik streak quadrant dan dilanjutkan dengan pengecatan gram. Biakan murni isolate selanjutnya diamati morfologi koloni secara makroskopis serta morfologi sel secara mikroskopis. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 7 isolat dari bintil akar tanaman Putri malu (Mimosa pudica), yaitu isolate A, B, C, D, E, F, dan G. Berdasarkan analisis kenampakan koloni secara makroskopis, yang dilanjutkan dengan pengamatan morfologi sel secara mikroskopis, dan pengecatan gram, diduga isolat tersebut tergolong ke dalam genus Bacillus (isolat A, C, D dan G), Rizhobium (isolat D), Pseudomonas (isolate F), dan Actynomycetes (isolate E). 
Uji Potensi Hasil Beberapa Mutan Padi Beras Hitam Generasi Ketiga (M3) Hasil Induksi Mutasi: Yield Potential Evaluation of Several Third-Generation (M3) Black Rice Mutants Resulting from Mutation Induction Ni Wayan Sri Suliartini; Muslim Ashari; Lestari Ujianto; I Gusti Putu Muliarta Aryana; I Wayan Sudika
JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN Vol. 9 No. 3 (2023): JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN
Publisher : LPPM Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jstl.v9i3.494

Abstract

This study aims to determine the yield potential of several third-generation (M3) black rice mutant strains resulting from mutation induction. The experiment was conducted in a paddy field located in Saribaye Village, Lingsar District, West Lombok Regency, West Nusa Tenggara, from March to November 2022. The experimental design used was a Randomized Block Design (RBD) with nine rice genotypes as treatments, repeated three times. These consisted of seven mutant strains of black rice and two controls, namely the Baas Selem and Inpago Unram varieties. The data were analyzed using Analysis of Variance at a significance level of 5%. In case of significant differences among treatments, further analysis was conducted using the Duncan Multiple Range Test (DMRT) at a significance level of 5%. Based on the research findings, two genotypes of third-generation black rice mutants (M3) resulting from mutation induction were identified. These genotypes, namely D3G46(13) with a yield potential of 5.64 tons/ha and D3G62(19) with a yield potential of 5.84 tons/ha, exhibited higher yield potential compared to their parental strains. However, both of these genotypes have not yet achieved or surpassed the yield potential of the control treatment, which is the Inpago Unram with a yield potential of 8.17 tons/ha.
Peningkatan Pengetahuan dan Partisipasi Petani Melalui FGD dan Demplot Budidaya Jagung di Desa Pengembur I Wayan Sudika; I Wayan Sutresna; Dwi Ratna Anugrahwati; Ni Wayan Sri Suliartini; I Gusti Putu Muliarta Aryana
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v7i1.239

Abstract

Pengetahuan dan ketrampilan dalam budidaya jagung lahan kering, belum dimiliki oleh petani pada kelompok tani Remaja Tani di desa Pengembur, sehingga telah dilakukan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan mengetahui partisipasi petani kelompok tani Remaja Tani desa Pengembur kabupaten Lombok Tengah dalam teknologi budidaya jagung lahan kering. Pelaksanaannya, terdiri dari atas empat tahap yaitu persiapan, sosialisasi, evaluasi dan penanaman pada demplot. Metode Focus Group Discussion (FGD), digunakan pada sosialisasi. Pada saat penanaman dilakukan teknik partisipatif. Melalui FGD, disampaikan materi tentang karakteristik Sinta Unram, sistem jajar legowo dan penggunaan trichokompos, panen dan pasca panen untuk benih. Hasil pengabdian menunjukkan, bahwa FGD dan demplot terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam budidaya jagung lahan kering. Peningkatan pengetahuan paket teknologi budidaya jagung lahan kering sebesar 46,69 % dengan rata-rata nilai 5,40 sebelum pertemuan menjadi 7,80 setelah pertemuan. Tingkat partisipasi petani dalam kegiatan persiapan lahan dan penanaman pada demplot budidaya jagung tergolong tinggi, sebesar 66,94 persen. Melalui kegiatan penanaman pada demplot, terjadi peningkatan keterampilan penanaman sistem jajar legowo 2:1 dan penggunaan trichokompos. Kegiatan ini menunjukkan efektivitas kombinasi FGD dan demplot dalam meningkatkan kapasitas petani Kegiatan pengabdian paket teknologi budidaya jagung di lahan kering, perlu dilanjutkan pada kegiatan panen, agar petani dapat melihat langsung hasil panen dengan paket budidaya tersebut.
Sosialisasi Branding dan Digitalisasi UMKM Keripik Pisang dan Talas di Desa Sajang Ni Wayan Sri Suliartini; Baiq Reta Damayanti; Vivin Olivia; Dina Sarlina; Baiq Isratullah; Ilmi Ainushofa; Lalu Rudi Irawan Wiratama; Baiq Nurlatifa Royani; Dwina Alfi Ramdhan; Zhafran Sajid; Muhammad Ziban Thabrani
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v7i1.240

Abstract

Desa Sajang Kecamatan Sembalun memiliki potensi hasil pertanian yang cukup melimpah, khususnya komoditas pisang dan talas. Pemanfaatan potensi tersebut mendorong tumbuhnya UMKM olahan pangan rumah tangga, salah satunya keripik pisang dan talas. Pengembangan UMKM di Desa Sajang masih menghadapi kendala pada aspek branding produk dan pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pelaku UMKM keripik pisang dan talas dalam menciptakan identitas merek/branding dan menggunakan media digital untuk mempromosikan produk. Pengabdian dilakukan oleh Tim Pengabdian Universitas Mataram. Pengabdian dilakukan melalui sosialisasi dengan metode penyuluhan berupa ceramah dan diskusi interaktif yang melibatkan 33 peserta dari mitra UMKM. Pemateri adalah pelaku UMKM kopi di Kecamatan Sembalun yang memiliki usaha Loka Coffee dan menjalankan usaha dengan nama perusahaan Loka Sembalun. Evaluasi terhadap keberhasilan kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post-test. Peserta kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi, ditunjukkan oleh jumlah peserta yang hadir dan keterlibatan aktif peserta dalam diskusi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta tentang pentingnya branding dan digitalisasi untuk meningkatkan pemasaran produk. Hal ini dilihat peningkatan nilai post-tes dibandingkan pre-test sebesar 44,71% dari 65,00 pada pre-test menjadi 94,06 pada post-test. Hasil pengabdian, dalam jangka panjang, diharapkan dapat meningkatkan pemasaran produk dan pendapatan pelaku UMKM.
Penyuluhan Tentang Kesesuaian Lahan Untuk Budidaya Kopi di Desa Pringgajurang Utara Kecamatan Montong Gading Lombok Timur I Ketut Ngawit; Ni Wayan Sri Suliartini; Wayan Wangiyana; Nihla Farida
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v7i1.241

Abstract

Dampak harga kopi semakin mahal, muncul berbagai isu dan promosi liar yang dapat menyesatkan petani kopi, seperti menanam jenis kopi populer, tanpa memperhitungkan cocok tidaknya jenis kopi tersebut dikembangkan di wilayahnya. Akibatnya banyak perkebunan kopi mengalami kerusakan sangat parah akibat terinfeksi patogen jamur H. vastatrix. Penyebabnya karena kurangnya pengetahuan dan keterampilan petani mengelola perkebunan kopi. Selain itu pemahaman petani tentang kesesuaian lahan untuk budidaya kopi masih kurang. Karena masalah tersebut, maka dilaksanakan kegiatan penyuluhan dan pendampingan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani mengelola perkebunan kopi secara intensif. Hasil kegiatan ini menunjukkan, bahwa pelaksanaan penyuluhan dan pendampingan berlangsung tertib, lancar dan menyenangkan terbukti dari tingginya partisipasi dan antusiasme peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Pengetahuan dan keterampilan petani peserta semakin meningkat mengelola perkebunan kopinya, sehingga mereka berani mengambil keputusan tegas, bahwa kopi arabica tidak diusahakan di wilayah desa Pringgajurang Utara karena mengalami kerusakan sangat parah akibat terinfeksi jamur H. vastatrix. Penggantinya kopi robusta yang dipelihara intensif dengan memperbaiki sanitasi kebun, pemangkasan tanama kopi dengan motto: sering, sedikit dan ringan, penanaman tanaman peneduh sementara dan peneduh tetap dengan jarak tanam yang teratur, aplikasi bahan penyubur tanah dengan pupuk organik secara rutin dan pengandalian HPT secara terpadu.