Studi ini meneliti landasan persaudaraan dan etika sosial dalam Al-Qur'an melalui analisis tafsir tahlili (interpretasi keagamaan) ayat-ayat yang mewakili konsep tafahum (saling pengertian) dan ihtiram (saling menghormati). Dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan, studi ini membedah makna tekstual dan kontekstual ayat-ayat kunci, seperti QS. Al-Hujurat: 10-13, untuk mengungkap bagaimana Al-Qur'an membangun struktur masyarakat yang harmonis. Hasil analisis menunjukkan bahwa tafahum berperan sebagai pilar kognitif untuk meminimalkan prasangka, sedangkan ihtiram berfungsi sebagai pilar perilaku dalam menjaga kehormatan sesama manusia. Sinergi antara keduanya membentuk model etika sosial transformatif, di mana persaudaraan tidak hanya didasarkan pada keyakinan bersama, tetapi juga pada nilai-nilai kemanusiaan universal yang inklusif. Studi ini menyimpulkan bahwa penguatan nilai-nilai tafahum dan ihtiram merupakan solusi mendasar dalam menghadapi polarisasi sosial dan krisis etika di era kontemporer.
Copyrights © 2026