Mimpi (al-ru’yā) dalam Al-Qur’an sering dipahami secara parsial sebagai fenomena tidur, padahal ia memiliki dimensi spiritual, epistemologis, dan moral yang lebih luas. Penelitian ini bertujuan menjelaskan konsep al-ru’yā dalam Al-Qur’an melalui pendekatan penafsiran spiritual, serta mengungkap makna simbolik mimpi sebagai media bimbingan Ilahi dan evaluasi diri. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan pendekatan tafsir tematik (maudhu‘i) terhadap ayat-ayat yang berkaitan dengan mimpi, disertai analisis pemaknaan sufistik. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa mimpi dalam Al-Qur’an terbagi menjadi mimpi yang benar sebagai busyra dari Allah dan mimpi yang bersumber dari gangguan setan atau refleksi kondisi nafsani. Simbol-simbol dalam mimpi merepresentasikan keadaan ruhani manusia, sehingga berfungsi sebagai sarana muhasabah dan pendidikan akhlak. Kesimpulannya, al-ru’yā bukan sekadar pengalaman tidur, tetapi merupakan instrumen spiritual yang menuntun manusia kepada perbaikan diri, peningkatan iman, serta kedekatan kepada Allah, dengan pemahaman yang tepat melalui bimbingan keilmuan dan spiritual.
Copyrights © 2026