Nyoko Adi Kuswoyo
Universitas Yudharta Pasuruan

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

EPISTEMOLOGI TAFSIR SURAT AL-FATIHAH KARYA MAHMUD YUNUS DAN PEUNOH DALY Achmad Najib; Nyoko Adi Kuswoyo; Amir Mahmud; Miftara Ainul Mufid
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 2 No. 2 (2023): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v2i2.621

Abstract

Kitab tafsir surat al-Fatihah karya Mahmud Yunus dan Peunoh Daly merupakan kitab tafsir yang awal penulisanya hanya ditujukan untuk mahasiswa IAIN Imam Bonjol, kemudian setelahnya baru ditujukan untuk masyarakat umum. Didalamnya disajikan dengan bahasan yang lebih luas dan mendalam mengenai makna ayat-ayat al-Qur’an. Penelitian ini secara khusus mengkaji tafsir surat al-fatihah dari sisi epistemologi untuk mengetaahui metode, sumber, corak, validitas penafsiran, seta kekurangan dan kelebihan dari kitab tafsir ini. Penelitian ini meinggunakan meitodei deiskriiptiif-analiisiis dengan meimaparkan data seicara meindeitaiil meingeinaii masalah yang dii teiliitii.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa epistemologi Tafsir surat al-Fatihah ini berdasarkan sumbernya masuk dalam kategori tafsir bil-Ma’sur, karena mahmud Yunus dan Peunoh Daly dalam menjelaskan ayat banyak memakai sumber riwayat. Tetapi selain menggunakan tafsir bil-Ma’sur beliau juga banyak menggunakan tafsir bil-Ra’yu dan bil al-Itqirani. Sedangkan metode yang digunakan dalam tafsir ini masuk pada kategori metode tahlili, serta coraknya cenderung menggunkan corak al-Adabi al-Ijtima’i, corak al-Fiqhi, dan Tarbawi. Setelah melihat sumber, metode dan corak penafsiran, Tafsir surat al-Fatihah ini berkategori valid, hal ini bisa dibuktikan menggunakan teori pragmatis, penafsirannya mampu menjawab problem yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.
KRITIK TAFSIR AL-FATIHAH KARYA EKO PRASETYO DALAM BUKU “BANGKITLAH GERAKAN ISLAM” (STUDI KAIDAH TAFSIR M.QURAISH SHIHAB) Rina Afizah; Miftarah Ainul Mufid; Nyoko Adi Kuswoyo; Amir Mahmud
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 2 No. 1 (2023): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v2i2.754

Abstract

Paradigma yang dipakai Eko Prasetyo dalam menafsirkan ayat-ayat kauniyah mengacu kepada dua paradigma keilmuwan sekaligus, yakni paradigma tafsir al-Qur’an dan paradigm ilmu pengetahuan. Akan tetapi dalam realitanya ia banyak menekankan kepada paradigma ilmu pengetahuan dan mengesampingkan paradigma yang seharusnya digunakan untuk menganalisis ayat-ayat kauniyah yakni paradigm tafsir al-Qur’an, sehingga masih terkesan melegitimasi ilmu pengetahuan. Metode yang diterapkan Eko Prasetyo tidak selalu konsisten dalam penggunaannya, sehingga terkesan melegitimasi ilmu pengetahuan. Kaidah-kaidah yang telah ditetapkan mufassir terdahulu banyak diabaikan, seperti halnya analisis bahasa yang mendalam dan kaitannya dengan prinsip-prinsip penafsiran. Inilah yang menjadi titik lemah karya Eko Prasetyo. Walaupun begitu, Penafsiran yang dilakukan Eko Prasetyo patut untuk dijadikan batu lonjakkan sebagai awal dari kebangkitan Islam yang ada di Indonesia.Prinsip-prinsip yang dipegangi oleh Eko Prasetyo dilihat dari metode kaidah tafsir M. Quraish Shihab, masih tidak seimbang banyak rambu-rambu yang diterjang oleh Eko Prasetyo dalam menganalisis makna, sehingga hasil yang didapatkanpun masih belum maksimal untuk dikatakan tafsir yang tergolong objektif.
A AL-RU’YA DALAM AL-QUR’AN: (Studi penafsiran Syekh Abdul Qadir Al-Jailani) Mochammad Ayuub Bil Ansori; Nyoko Adi Kuswoyo; Wiwin Ainis Rohtih
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 11 No 01 (2026): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v11i01.10178

Abstract

Mimpi (al-ru’yā) dalam Al-Qur’an sering dipahami secara parsial sebagai fenomena tidur, padahal ia memiliki dimensi spiritual, epistemologis, dan moral yang lebih luas. Penelitian ini bertujuan menjelaskan konsep al-ru’yā dalam Al-Qur’an melalui pendekatan penafsiran spiritual, serta mengungkap makna simbolik mimpi sebagai media bimbingan Ilahi dan evaluasi diri. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan pendekatan tafsir tematik (maudhu‘i) terhadap ayat-ayat yang berkaitan dengan mimpi, disertai analisis pemaknaan sufistik. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa mimpi dalam Al-Qur’an terbagi menjadi mimpi yang benar sebagai busyra dari Allah dan mimpi yang bersumber dari gangguan setan atau refleksi kondisi nafsani. Simbol-simbol dalam mimpi merepresentasikan keadaan ruhani manusia, sehingga berfungsi sebagai sarana muhasabah dan pendidikan akhlak. Kesimpulannya, al-ru’yā bukan sekadar pengalaman tidur, tetapi merupakan instrumen spiritual yang menuntun manusia kepada perbaikan diri, peningkatan iman, serta kedekatan kepada Allah, dengan pemahaman yang tepat melalui bimbingan keilmuan dan spiritual.
The Model of Tafsir al-Jalalayn Interpretation on Social Media: A Study of the Qur'anic Concept of Sustenance (Rizq) on the YouTube Channel of KH. Musta'in Syafi'i" Assia Assia; Wiwin Anis Rohtih; M. Mukhid Mashuri; Nyoko Adi Kuswoyo
Ibn Abbas : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 9, No 1 (2026): JANUARI - JUNI
Publisher : Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UINSU Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ias.v9i1.29556

Abstract

It show that the interpretation model used tends to be ijtihadi-contemporary,where KH., Musta’in Syafi’i  not only reads the text of the book but also provides an expansion of meaning. The purpose of the research is to analyze the understanding of the qur’an and examine the contextualization form of classical interpretation social media based on the Tafsir Jalalain as conveyed on the Youtube channel of KH., Musta’in Syafi’i. method the interpretation of jalalain which is ijmali (global) was developed by KH., Musta’in Syafi’i to become a more dynamic model of interpretation of pesantren science in the digital space. Results the researcher used primary data obtained from the Youtube chanel KH. Musta’in Syafi’i took content that officially broadcast his recitation and secondary including the book Tafsir Jalalain  by imam jajaludin al mahalli and jalaludin as suyuti as a text interpreted by the research subject, repetition in the form of books, scientific journals, theses, or articles that discuss the concept of sustenance in the Quran, tafsir methodology, and social media communication theory. Conclusion research to reveal the interpretation model of jalalain tafsir which was originally classic to modern on the KH. Youtube channel Musta’in syafi'i.
SEMANGAT HIDUP DALAM AL-QUR’AN (Studi Tafsir Maudhu’i) Hasan Abdulloh; Nyoko Adi Kuswoyo; Ahmad Zainuddin
JIQTA: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (JIQTA)
Publisher : STAI Asy-Syukriyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36769/jiqta.v5i1.1949

Abstract

Peneiltian ini mengkaji konsep semangat hidup dalam Al-Qur’an menggunakan pendekatan tafsir tematik (maudhu’i). Penelitian ini didasarkan pada meningkatnya kebutuhan akan bimbingan spiritual di tengah tantangan modern, di mana banyak orang yang mengalami penurunan semangat dan kehilangan tujuan hidup. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an yang menyampaikan tema harapan, ketekunan, dan kehidupan yang penuh tujuan. Metode kualitatif diterapkan melalui eksegesis tematik, yang melibatkan pengumpulan, klasifikasi, dan analisis ayat-ayat terkait berdasarkan sumber tafsir klasik maupun kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an menekankan beberapa prinsip esensisal untuk mempertahankan semangat hidup, seperti kepercayaan kepada Alllah (tawakkul), kesabaran (sabr), Syukur (shukr), dan usaha yang gigih (ikhtiar). Prinsip-prinsip ini membentuk kerangka holistic yang mendukung ketahanan dan optimisme dalam berbagai situasi kehidupan. Selain itu, Al-Qur’an membingkai semangat bukan hanya sebagai kondisi psikologis, melainkan sebagai komitmen spiritual yang menghubungkan usaha manusia dengan kehendak ilahi. Secara ringkas, pandangan Al-Qur’an tentang semangat hidup menyediakan fondasi yang koprehensif dan abadi yang menghubungkan kesadaran spiritual dengan tindakan praktis, menawarkan panduan berharga untuk mengatasi kekhawatiran eksistensial modern.
KONSEP RELATION INFERRED SELF EFFICACY DALAM AL-QUR’AN (TELAAH TAFSIR MAUDHU’I) Siti Khumayroh; Nyoko Adi Kuswoyo; Amir Mahmud; Wiwin Ainis Rohtih
Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Vol 9 No 2 (2026): Juni
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/albayan.v9i2.1820

Abstract

This research is related to the Concept of Relationship Inferred Self Efficacy in the Qur'an. Where this concept has a great influence on the psychology of people with spinal disorders, namely scoliosis. Scoliosis is a spinal disorder that not only has an impact on the physical condition, but also on the psychological condition of the sufferer. Such as a decrease in confidence in one's ability or called Self Efficacy. From the perspective of social psychology, Albert Bandura explained that self-efficacy is not only formed by personal experience, but also influenced by social relations, known as the concept of Relation Inferred Self-Efficacy (RISE), which is an individual's belief in his or her own abilities formed from the perception of the judgment of others. Therefore, supportive relationships are an important factor in increasing the self-efficacy of people with scoliosis. This type of research has a library research nature with primary data sources from the Qur'an and uses the maudhu'i tafsir method, where this interpretation starts from collecting and analyzing verses of the Qur'an related to human characteristics and beliefs or faith. The purpose of this research is to find out how the concept of RISE can be understood in the perspective of the Qur'an and how the verses of the Qur'an provide a theological and psychological basis regarding the importance of social relations in building individual confidence and mental fortitude, especially for people with scoliosis. The results of the study show that the Qur'an emphasizes the importance of relationships based on compassion, empathy, good communication, and mutual strengthening, which is in line with the concept of RISE in Bandura's theory. Values such as advising each other, providing support, and strengthening others are factors that can increase individual self-efficacy. Thus, the Qur'an not only provides spiritual solutions, but also offers relevant psychosocial principles in an effort to increase self-efficacy through positive relationships.