Kerangka epistemologi pengembangan ilmu dalam Islam merupakan fakta sosial yang mengintegrasikan wahyu dan akal sebagai sumber ilmu yang saling melengkapi. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan kerangka epistemologi Islam, menganalisis integrasi sumber naqli dan aqli, menjelaskan tujuan dan prinsip etika pengembangan ilmu, serta menggali relevansi aplikasinya dalam konteks kekinian. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi pustaka, mengkaji literatur primer dan sekunder tentang epistemologi Islam. Temuan menunjukkan bahwa epistemologi Islam berlandaskan pada integrasi wahyu dan akal dalam hierarki ilmu yang holistik dan etis, membedakannya dari paradigma sekuler Barat. Ilmu dalam Islam tidak bebas nilai, melainkan bertujuan untuk kemaslahatan umat dan pembangunan peradaban yang berkelanjutan. Prinsip etika seperti kejujuran, kerendahan hati, tanggung jawab, dan keadilan melekat dalam proses keilmuan. Kesimpulannya, kerangka epistemologi Islam merupakan alternatif penting untuk mengatasi dikotomi ilmu dan krisis etika serta mendorong ilmu berorientasi nilai spiritual dan sosial.
Copyrights © 2026