Gita Ristralia
Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KERANGKA EPISTIMOLOGI PENGEMBANGAN ILMU DALAM ISLAM Gita Ristralia; Syukri Iska; Arna Saskia
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 7, No 2 (2026): JUNI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v7i2.21964

Abstract

Kerangka epistemologi pengembangan ilmu dalam Islam merupakan fakta sosial yang mengintegrasikan wahyu dan akal sebagai sumber ilmu yang saling melengkapi. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan kerangka epistemologi Islam, menganalisis integrasi sumber naqli dan aqli, menjelaskan tujuan dan prinsip etika pengembangan ilmu, serta menggali relevansi aplikasinya dalam konteks kekinian. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi pustaka, mengkaji literatur primer dan sekunder tentang epistemologi Islam. Temuan menunjukkan bahwa epistemologi Islam berlandaskan pada integrasi wahyu dan akal dalam hierarki ilmu yang holistik dan etis, membedakannya dari paradigma sekuler Barat. Ilmu dalam Islam tidak bebas nilai, melainkan bertujuan untuk kemaslahatan umat dan pembangunan peradaban yang berkelanjutan. Prinsip etika seperti kejujuran, kerendahan hati, tanggung jawab, dan keadilan melekat dalam proses keilmuan. Kesimpulannya, kerangka epistemologi Islam merupakan alternatif penting untuk mengatasi dikotomi ilmu dan krisis etika serta mendorong ilmu berorientasi nilai spiritual dan sosial.
PERBANDINGAN PEMIKIRAN ALI SYARIATI DAN AMIN ABDULLAH Sri Fitra Oktrivia; Syukri Iska; Gita Ristralia
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 7, No 2 (2026): JUNI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v7i2.21954

Abstract

Pemikiran Islam kontemporer berkembang dinamis melalui kontribusi tokoh intelektual seperti Ali Syariati dan Amin Abdullah yang menawarkan perspektif pembaruan berbeda namun saling melengkapi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan membandingkan gagasan utama kedua tokoh, mengkaji unsur Al-Qur’an dan Hadis serta relevansinya dalam konteks pendidikan, sosial, dan keagamaan. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan analisis deskriptif dan komparatif terhadap sumber literatur akademik terpercaya. Hasil menunjukkan Ali Syariati mengusung pendekatan revolusioner berbasis tauhid yang menekankan Islam sebagai kekuatan pembebasan dan keadilan sosial, sedangkan Amin Abdullah menonjolkan paradigma hermeneutik, pluralisme, dan integrasi ilmu serta dialog antarbudaya. Simpulan utama menyatakan keduanya berkontribusi signifikan dalam pembaruan pemikiran Islam kontemporer yang holistik dan kontekstual. Implikasi penelitian ini mendukung pengembangan kurikulum pendidikan Islam progresif, dialog lintas agama, serta pembangunan karakter yang inklusif dan kritis demi kemajuan umat dan masyarakat global.