Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Minimnya peluang anak untuk bereksplorasi serta penerapan metode pembelajaran yang cenderung monoton menjadi pemicu utama rendahnya tingkat kreativitas anak usia dini dalam penelitian ini. Untuk menguji dampak intervensi tersebut, penelitian kuantitatif ini menerapkan desain eksperimen semu (quasi-experimental) tipe posttest-only control group. Dari total populasi 44 anak di kelompok B, subjek didistribusikan secara merata ke dalam dua kelompok, yakni kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang masing-masing beranggotakan 22 anak. Data yang dihimpun melalui observasi dan dokumentasi kemudian dianalisis menggunakan uji Independent Sample t-Test via program SPSS versi 27. Temuan penelitian menunjukkan perolehan nilai signifikansi (2-tailed) senilai 0,001 < 0,05, yang mengindikasikan bahwa pemanfaatan limbah plastik dalam pembelajaran berbasis proyek membawa dampak signifikan terhadap perkembangan kreativitas anak. Hal ini diperkuat oleh capaian rata-rata skor kreativitas kelompok eksperimen (53,45) yang mengungguli kelompok kontrol (34,32). Dengan demikian, pendekatan berbasis proyek berbahan limbah plastik ini terbukti berdaya guna dalam menstimulasi keaktifan, daya cipta, serta kemampuan eksplorasi anak secara optimal.
Copyrights © 2026