Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis peran pengembangan e-modul dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada prosedur seleksi literatur yang sistematis melalui database jurnal bereputasi. Sebanyak 18 artikel yang terindeks Scopus dianalisis berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Hasil kajian menunjukkan bahwa e-modul memiliki kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis, yang ditunjukkan melalui peningkatan pada aspek analisis, evaluasi, argumentasi, dan pemecahan masalah. Efektivitas e-modul sangat dipengaruhi oleh desain pedagogis yang digunakan, seperti integrasi Problem-Based Learning (PBL), pendekatan Higher Order Thinking Skills (HOTS), STEM, serta konteks pembelajaran berbasis kearifan lokal. Selain itu, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa e-modul semakin terintegrasi dengan teknologi digital seperti Augmented Reality (AR), Internet of Things (IoT), dan multimedia interaktif yang mampu meningkatkan keterlibatan dan pengalaman belajar peserta didik. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa keterbatasan, seperti kurangnya pengembangan model integratif yang menggabungkan aspek pedagogi, teknologi, dan konteks lokal secara simultan, serta minimnya penelitian longitudinal. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan e-modul berbasis pendekatan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan guna mendukung penguatan kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran abad ke-21
Copyrights © 2026