Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) merupakan inovasi kurikulum yang menekankan penanaman nilai kasih sayang, empati, adab, serta hubungan humanis antara guru dan peserta didik. Meskipun demikian, pemahaman guru mengenai kurikulum ini masih beragam karena KBC termasuk kurikulum baru yang masih berada pada tahap pra-implementasi. Masalah utama dalam penelitian ini adalah belum diketahuinya bagaimana guru memahami, menanggapi, dan mulai beradaptasi dengan konsep KBC setelah mengikuti workshop pengenalan kurikulum. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman guru, menganalisis tanggapan mereka terhadap penerapan KBC, serta mengidentifikasi bentuk adaptasi awal yang dilakukan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus dengan subjek empat guru di MIS Al Manshur Suruh, Kabupaten Semarang. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semistruktural dan dokumentasi, sedangkan analisis data merujuk pada model Creswell melalui tahap pengorganisasian data, pengkodean, penemuan tema, dan interpretasi. Penelitian dilaksanakan pada November 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memahami KBC sebagai kurikulum yang menekankan nilai cinta dan karakter, memberikan tanggapan positif karena selaras dengan budaya madrasah, serta mulai melakukan adaptasi awal melalui pembiasaan dan keteladanan meskipun masih bersifat sederhana. Penelitian merekomendasikan perlunya pendampingan berkelanjutan, pelatihan lanjutan, dan penyusunan panduan teknis agar guru dapat menerapkan KBC secara optimal.
Copyrights © 2026