Perkembangan pendidikan modern menuntut pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pengembangan spiritual, emosional, dan karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi Aqidatul Awwam Learning dalam Kurikulum Berbasis Cinta serta dampaknya terhadap kecerdasan eksistensial dan intrapersonal peserta didik di MI Al Azhar Menganti. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan terdiri atas kepala madrasah, guru agama, guru kelas, dan peserta didik yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan Metode Fenomenologi Colaizzi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Aqidatul Awwam melalui kegiatan nadzoman setelah salat dhuha menciptakan suasana belajar yang humanis, reflektif, dan penuh kedekatan emosional. Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta tampak melalui komunikasi empatik, pembiasaan religius, dan pembelajaran yang penuh kasih. Kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan kesadaran spiritual, pemahaman ketauhidan, perilaku religius, pengendalian emosi, kemandirian, dan kesadaran diri peserta didik.
Copyrights © 2026