Pendidikan Agama Kristen (PAK) yang bersifat relasional, personal, dan spiritual menghadapi tegangan mendasar dalam berhadapan dengan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang bekerja secara adaptif dan otomatis. Persoalan yang dikaji dalam penelitian ini adalah sejauh mana AI dapat berkontribusi terhadap efektivitas pembelajaran PAK berdasarkan teori pembelajaran efektif QAIT Robert E. Slavin, serta bagaimana pemanfaatannya dapat dipertanggungjawabkan secara etis sesuai nilai-nilai Alkitab. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka (library research) dengan pendekatan analisis isi (content analysis) terhadap sumber-sumber akademik yang relevan. Kebaruan penelitian ini terletak pada konstruksi kerangka konseptual yang secara bersamaan mengintegrasikan teori pembelajaran efektif QAIT Slavin, penerapan AI dalam PAK, dan etika digital Kristen, suatu integrasi yang belum ditemukan dalam kajian-kajian sebelumnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI dapat memperkuat keempat elemen QAIT dalam PAK, yakni kualitas instruksi melalui corrective feedback yang segera, kesesuaian tingkat materi melalui sistem pembelajaran adaptif, motivasi melalui pengalaman belajar yang kontekstual dan bermakna secara rohani, serta efisiensi waktu instruksional yang memperluas ruang pembimbingan iman, sementara peran guru sebagai teladan iman dan pembimbing rohani tetap menjadi elemen yang tidak tergantikan dalam proses pendidikan Kristiani.
Copyrights © 2026