Penelitian ini menyelidiki pemakaian jargon di kalangan komunitas Foodies di media sosial sebagai simbol identitas sosial. Dengan metode deskriptif kualitatif dan pendekatan sosiolinguistik, kajian ini meneliti istilah-istilah untuk menggambarkan berbagai macam aktivitas dalam komunitas Foodies. Data dalam penelitian ini berupa kata, frasa, dan kalimat yang termasuk ke dalamĀ jargon yang digunakan komunitas Foodies di media sosial, sedangkan sumber datanya berasal dari berbagai konten di TikTok, Instagram, dan YouTube. Data diperoleh melalui observasi partisipatif tidak langsung di berbagai platform seperti TikTok, Instagram, dan YouTube, dengan fokus pada kolom komentar, konten video, dan keterangan pengguna. Hasil dari analisis ini mengidentifikasi 30 istilah jargon yang dikelompokan ke dalam enam kategori; (a) ciri terhadap rasa makanan terdapat 9 data; (b) aktivitas dalam konten kuliner terdapat 6 data; (c) resep masakan terdapat 5 data; (d) nilai estetika terdapat 4 data; (e) jenis makanan terdapat 3 data; dan (f) waktu makan terdapat 3 data. Setiap istilah mencerminkan makna sosial, nuansa emosional, dan pembangunan identitas di dalam ekosistem digital yang berkaitan dengan kuliner. Penelitian ini menunjukkan bahwa jargon bukan hanya berfungsi untuk mendeskripsikan makanan, melainkan juga memengaruhi cara orang menentukan posisi diri, berinteraksi, dan memengaruhi orang lain di dunia maya. Dengan demikian, jargon memiliki peranan penting dalam memperkuat solidaritas, eksklusivitas, dan nilai simbolis di antara para Foodies. Temuan ini memberikan kontribusi pada kajian sosiolinguistik dengan memberikan pemahaman bagaimana bahasa berfungsi tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana ekspresi diri dan pertunjukan budaya di komunitas digital
Copyrights © 2026