Studi ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran literasi aksara Jawa berbasis multimodal terhadap keterampilan membaca aksara Jawa pada peserta didik kelas 7D SMP Negeri 24 Semarang. Model ini dikembangkan sebagai inovasi pembelajaran yang berorientasi pada pelestarian aksara Jawa di era digital serta menyesuaikan pendekatan belajar dengan karakteristik Generasi Z yang akrab dengan teknologi. Melalui penerapan pendekatan multimodal, proses pembelajaran diharapkan menjadi lebih menarik, interaktif, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik masa kini, sehingga mampu memperkuat literasi budaya lokal di tengah arus globalisasi digital. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksperimen dengan desain One-Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian berjumlah 257 peserta didik kelas VII, dan sampel sebanyak 32 peserta didik kelas 7D dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan uji Paired Sample T-Test dan N-gain yang didahului oleh uji normalitas dan homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 30,985 menjadi 64,378 dengan signifikansi <0,000 <0,05 serta nilai N-gain sebesar 0,488 kategori sedang. Peningkatan juga tampak pada aspek intonasi, pelafalan, dan kelancaran membaca. Peserta didik yang semula belum mampu membaca tanda koma dan titik dengan tepat menjadi lebih baik dalam melafalkannya dengan intonasi sesuai, mampu membedakan bunyi aksara mirip seperti da–dha dan ta–tha, serta lebih lancar membaca meskipun beberapa masih tampak ragu. Dengan demikian, model pembelajaran literasi aksara Jawa berbasis multimodal terbukti efektif dan relevan sebagai inovasi pembelajaran berbasis budaya yang dapat meningkatkan keterampilan membaca aksara Jawa di era modern.
Copyrights © 2026