Penelitian ini bertujuan membandingkan makna dan amanat dalam puisi Peringatan karya Wiji Thukul dan Caged Bird karya Maya Angelou menggunakan metode kualitatif. Data diperoleh melalui teknik baca dan catat terhadap kedua puisi sebagai sumber utama.Hasil analisis menunjukkan bahwa puisi Peringatan menggambarkan kekecewaan rakyat terhadap pemimpin yang sering menyampaikan janji tanpa realisasi. Pada bait awal, rakyat digambarkan sudah tidak percaya terhadap pidato retoris penguasa. Bait berikutnya menekankan bahwa rakyat memiliki kebutuhan hidup yang menuntut solusi nyata, namun ketika tidak terpenuhi, mereka berusaha mencari jalan sendiri. Kondisi ini berkembang menjadi kegelisahan sosial yang berpotensi memicu perlawanan. Pada akhirnya, ketika kritik rakyat diabaikan, perlawanan menjadi bentuk terakhir untuk menuntut keadilan. Puisi ini menekankan pentingnya kritik sebagai kontrol terhadap kekuasaan.Sementara itu, Caged Bird menggambarkan penindasan rasial terhadap masyarakat kulit hitam di Amerika Serikat. Burung dalam sangkar melambangkan ketidakbebasan, dan nyanyiannya menjadi simbol harapan akan kebebasan, bukan kebahagiaan. Amanatnya adalah pentingnya kesetaraan hak tanpa diskriminasi.Kedua puisi sama-sama menyuarakan perlawanan terhadap ketidakadilan dan menekankan nilai kebebasan serta keadilan dalam kehidupan manusia.
Copyrights © 2026