Abstrak. Transformasi digital menuntut organisasi mengembangkan karyawan yang tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga lincah dalam belajar, beradaptasi, dan menerapkan pengetahuan baru pada situasi kerja yang berubah. Artikel ini bertujuan menyusun model konseptual yang menjelaskan digital literacy sebagai fondasi learning agility karyawan di tempat kerja digital dengan menempatkan Digital Self-Efficacy sebagai mekanisme psikologis dan adaptive performance sebagai konsekuensi perilaku. Kajian ini menggunakan pendekatan integrative literature review dengan menelaah 26 sumber akademik dan institusional yang relevan dengan digital literacy, digital competence, learning agility, Digital Self-Efficacy, adaptive performance, workplace learning, psychological safety, servant leadership, Corporate University, dan knowledge sharing. Analisis dilakukan melalui identifikasi literatur, penyaringan berbasis relevansi, klasifikasi tema, sintesis naratif, dan pengembangan proposisi konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa digital literacy memperkuat learning agility melalui perluasan akses belajar digital, peningkatan keyakinan diri dalam menggunakan teknologi, percepatan eksperimen kerja, serta penguatan knowledge sharing. Hubungan tersebut lebih optimal ketika organisasi menyediakan psychological safety, servant leadership, budaya pembelajaran, dan sistem pembelajaran organisasi yang mendukung. Artikel ini menghasilkan lima proposisi konseptual dan model integratif Digital literacy - Digital Self-Efficacy - Learning agility - Adaptive performance yang dapat diuji secara empiris pada penelitian selanjutnya.Kata Kunci: digital literacy; digital literacy; digital self-efficacy; adaptive performance; pembelajaran organisasi
Copyrights © 2026