Indonesia merupakan negara dengan tingkat risiko bencana tinggi, sehingga diperlukan tenaga kesehatan yang memiliki kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat, termasuk mahasiswa gizi. Namun, keterlibatan mahasiswa gizi dalam pelatihan tanggap bencana masih terbatas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi kesiapsiagaan bencana mahasiswa gizi melalui pelatihan berbasis simulasi yang aplikatif dan kontekstual. Metode pelaksanaan meliputi empat fase, yaitu persiapan dan koordinasi, penyusunan modul pelatihan, simulasi lapangan, serta evaluasi dan tindak lanjut. Kegiatan melibatkan 135 mahasiswa dan 10 warga relawan yang berpartisipasi dalam pelatihan logistik pangan, Rapid Health Assessment, penyelenggaraan makanan darurat, dan konseling gizi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan mahasiswa dalam asesmen cepat, distribusi logistik, serta edukasi gizi bagi kelompok rentan. Selain itu, partisipasi masyarakat juga meningkat dalam memahami pentingnya kesiapsiagaan pangan dan gizi saat bencana. Simpulan kegiatan ini menegaskan bahwa pembelajaran berbasis simulasi efektif dalam membangun kapasitas mahasiswa dan masyarakat terhadap penanganan gizi darurat serta dapat dijadikan model pengembangan pendidikan kebencanaan di bidang kesehatan.
Copyrights © 2026