Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT IBU BALITA DENGAN PNEUMONIA MELALUI PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) PENYULUHAN DI PUSKESMAS KOTA LAMONGAN Eny Sayuningsih; Mujayanto; Nuning Marina Pengge; Erlyna Jayeng
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu( ABDI KE UNGU) Vol. 3 No. 2 (2021): Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu ( ABDI KE UNGU)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Pneumonia is a respiratory tract infection that affects the lung parenchyma, causing inflammation. It is characterized by high fever, chills, shortness of breath, rapid breathing, coughing and chest indrawing. Mothers play an important role in supporting efforts to overcome nutritional problems, especially in terms of family nutritional intake, starting from food preparation, selection of food ingredients, to food menus. Pneumonia taken under five has 2 categories, namely mild - moderate and severe. The classification of pneumonia under five above shows that the majority of pneumonia under five in the working area of ​​the Lamongan District Health Center includes mild to moderate pneumonia with a total of 42 children (97.7%). From 2013 - 2018 there was an increase from 1.3% to 1.84%. Meanwhile, in the Lamongan Regency, there are still many cases of preumonia in Balia. The objectives of this community service are: 1. To find out the Nutritional Status by conducting anthropometric measurements 2. To increase the ability of cadres by holding training for refreshing cadres on anthropometric measurements 3. To increase the knowledge of the facilitators of providing food for making PMT Extensions made from local food with demonstration method facilitator training . From the results of this activity, there was no difference between before and after supplementary feeding. It is known that 80% of toddlers are classified as normal, 16% of toddlers are classified as short, and 4% of toddlers are classified as very short. ABSTRAK Pneumonia adalah suatu penyakit infeksi saluran pernapasan yang mengenai parenkim paru sehingga terjadi peradangan. Yang ditandai dengan adanya demam tinggi, menggigil, sesak napas, napas cepat, batuk dan tarikan dinding dada ke dalam. Ibu memegang peranan penting dalam mendukung upaya mengatasi masalah gizi, terutama dalam hal asupan gizi keluarga, mulai dari penyiapan makanan, pemilihan bahan makanan, sampai menu makanan. Pneumonia balita yang diambil mempunyai 2 kategori antara lain ringan - sedang dan berat. Klasifikasi Pneumonia balita diatas menunjukan bahwa sebagian besar balita Pneumonia di wilayah kerja Puskesmas Kota Lamongan termasuk Pneumonia tingkat ringan - sedang dengan jumlah 42 balita (97,7%). Dari tahun 2013 - 2018 mengalami kenaikan dari 1,3% menjadi 1,84%. Sedangkan di daerah Kabupaten Lamongan penderita Preumonia balia masih banyak dijumpai. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah : 1. Untuk mengetahui Status Gizi dengan mengadakan pengukuran antropometri 2. Meningkatkan kemampuan kader dengan mengadakan pelatihan untuk refreshing kader tentang pengukuran antropometri 3. Meningkatkan pengetahuan fasilitator pemberian Makanan pembuatan PMT Penyuluhan berbahan dasar pangan lokal dengan pelatihan fasilitator metode demonstrasi. Dari hasil kegiatan ini, tidak terdapat perbedaan antara sebelum dan setelah pemberian makanan tambahan. Diketahui sebesar 80% balita tergolong normal, 16% balita tergolong pendek, dan 4% balita tergolong sangat pendek.
Pengabdian Pendampingan Praktik Pemosisian Kepala Anak dalam Pengukuran Panjang Badan Anak Baduta di Kertajaya, Gubeng. Surabaya - Indonesia Hafid, Fahmi; Rusyadi, Luthfi; Taufiqurrahman; Mujayanto; Soesanti, Inne; Shofiya, Dian; Hatijah, Nur; Pengge, Nuning Marina; Hindaryani, Nurul; Intiyati, Ani; Nugroho, Riezky Faisal; Latifolia, Ergia; Ratnasari, Devi Eka; Halimah, Husnul; Wardana, Endra Tri Kusuma; Prionggo, Anang; Putri, Intan Maulina Alifia; Adhyanti; Sariman, Sarina
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Svasta Harena Vol. 3 No. 2 (2024): Februari 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jpmsh.v3i2.3895

Abstract

Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kader posyandu dalam pemosisian kepala dalam mengukur panjang badan anak di bawah dua tahun (baduta) di Posyandu Kertajaya, Kecamatan Gubeng, Surabaya. Pengabdian dilakukan dengan menggabungkan teori dan praktik untuk meningkatkan akurasi pengukuran panjang badan. Kegiatan ini melibatkan 30 mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Surabaya dan 30 Kader Surabaya Hebat (KSH) posyandu. Hasil menunjukkan bahwa sebelum pengabdian, kader belum semuanya tepat ketika memosisikan kepala anak dan menggunakan alat ukur Length Board Measuring dengan benar. Setelah mengikuti pengabdian, keterampilan kader memosisikan kepala anak dan menggunakan alat ukur Length Board Measuring lebih baik. Penggunaan panduan pengukuran dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan demonstrasi langsung oleh dosen efektif dalam meningkatkan kompetensi kader. Temuan ini mendukung pentingnya pengabdian berkelanjutan untuk kader posyandu dalam rangka mendukung upaya penurunan prevalensi stunting dan peningkatan status gizi anak di Indonesia.
PELATIHAN KOMPETENSI KADER POSYANDU LANSIA ABIMANYU POLKESBAYA Christyaningsih, Juliana; Luthfi Rusyadi; Mujayanto; Inne Soesanti; Minarti; Nuning; Marina Pengge; Riezky Faisal Nugroho; Taufiqurrahman
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v6i1.267

Abstract

Saat ini, negara Indonesia telah memasuki masa dimana mayoritas penduduknya berada dalam kelompok dengan lanjut usia. Dikarenakan adanya keterbatasan fisik pada lansia, sebagian besar lansia di Indonesia tidak mampu hidup sendiri dan memerlukan bantuan orang lain pada setiap aktivitasnya. Dampaknya, semakin rendahnya kualitas hidup lansia di Indonesia telah menyebabkan proses pembangunan negara terhambat. Seiring berjalannya waktu, pemerintah telah melakukan sejumlah langkah untuk mengatasi isu-isu yang dihadapi oleh lansia. Salah satu solusi yang diimplementasikan adalah program posyandu lansia. Dari upaya tersebut masih didapati beberapa kendala seperti kurangnya keaktifan pengurus maupun lansia sekitar untuk mengikuti dan mengaktifkan layanan posyandu lansia. Berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya, peningkatan jumlah pemanfaatan Layanan posyandu lansia dapat dilakukan dengan melakukan upaya pendampingan kader posyandu. Berasal dari masalah tersebut, dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk penyuluhan kader posyandu lansia Abimanyu Polkesbaya. Saat kegiatan dilaksanakan, telah dipaparkan sebuah penyuluhan dengan metode ceramah dan diskusi mengenai pentingnya kesehatan pada lansia dan kepengurusan posyandu lansia.
Health Education for Elementary School Age Children in the Kenosis Community, Surabaya Museyaroh; Juliana Christyaningsih; Yuni Ginarsih; Kasiati; Mujayanto; Nuning Marina Pengge; Kiaonarni O.W; P, Teresia Retna; Pratiwi Hermiyanti; Rahayu Sumaningsih; Lembunai Tat Alberta; Evi Yunita Nugrahini; Yohanes Kambaru W; Teta puji Rahayu; Nurwening TW; Hery Sumasto; Suliati; Lully Hani Endarini; Evy Diah Woelansari; Ira Puspita Sari; Ira Rahayu Tiyar
Frontiers in Community Service and Empowerment Vol. 5 No. 1 (2026): March
Publisher : Forum Ilmiah Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FORITIKES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/ficse.v4i2.96

Abstract

ABSTRACT The tutoring center "Kenosis" in Sidoyoso, established in 2016 by GKA Gloria Pos Sidoyoso, provides free educational support for elementary school children. This program helps in the academic and character development of children, initially taught by instructors from the Inter-University Christian Fellowship (Perkantas) and now reinforced by 4 permanent teachers. In addition to the need for tutoring, children are faced with daily conditions such as unhealthy snacks, low understanding of dental hygiene, and the importance of handwashing. These bad habits increase the risk of dental caries, infectious diseases, and the consumption of harmful food additives. Education and supervision are key to improving children's health and well-being. The Poltekkes Kemenkes Surabaya service team, consisting of 21 lecturers and 11 students, provided solutions to the above issues to 35 elementary school children at the Kenosis tutoring center on January 9, 2025, by delivering educational materials and practicing how to choose healthy snacks, brush teeth, and wash hands properly and correctly. Knowledge of harmful food additives The average pre-test score was 60.2, while the post-test score was 70.5. Understanding of proper tooth brushing techniques pre-test result 60.0 and post-test 70.5, understanding of good and correct handwashing habits had an average pre-test score of 60.0 and a post-test score of 70.5. There was an increase in knowledge about harmful food additives, proper tooth brushing techniques, and proper handwashing at the "Kenosis GKA Gloria Pos Sidoyoso" tutoring session. INDEX TERMS GKA Gloria, preservatives, food, PHBS, teeth.
AKSI KOMPETENSI BERSAMA DI PANTI ASUHAN YAYASAN PEMELIHARAAN ANAK DAN BAYI PERMATA HATI SURAKARTA Pratiwi Hermiyanti; Wisnu, Nurwening Tyas; Ginarsih, Yuni; Mujayanto; Intiyati, Ani; Yunariyah, Binti; Widyastuti, Dwi Utari; Pratami, Evi; Maharrani, Titi; Mamik; Rokhmalia, Fitri; Husni, Ervi; Windi, Yohanes Kambaru; Sari, Ira Rahayu Tiyar; Istanto, Wisnu; Widarti, Luluk; Sumaningsih, Rahayu; Sulistyowati, Dwi Wahyu Wulan; Kusumaningtyas, Kharisma; Kasiati, Klanting; Setiawan; Sukesi; Rijanto; Triana, Wahyuningsih
Jurnal Ilmiah Tatengkorang Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Ilmia Tatengkorang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/tkrg.v7i1.558

Abstract

Panti Asuhan merupakan tempat pemeliharaan bagi anak dan bayi yang sengaja diserahkan dikarenakan orang tua mengalami kesulitan ekonomi atau bahkan tanpa orang tua. Yayasan Pemeliharaan Anak dan Bayi (YPAB) Permata Hati adalah salah satu Panti Asuhan yang memelihara anak dan bayi yang membutuhkan perlindungan dan pendidikan di Kota Surakarta. Pada masa pandemic covid-19, layanan kesehatan bagi anak dan bayi di YPAB Permata Hati jarang mendapatkan kunjungan dan pemeriksaan. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk membantu pelayanan kesehatan bagi anak dan bayi di YPAB Permata Hati Kota Surakarta dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan serta status gizi. Metode pelaksanaan yang dilakukan berupa pemeriksaan tumbuh kembang anak dan status gizi, penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, serta penyuluhan cara menyikat gigi yang benar. Hasil pemeriksaan status gizi dan tumbuh kembang anak dan bayi di YPAB Permata Hati Kota Surakarta terdapat 30 persen termasuk kurus dan 1 orang anak termasuk suspek perkembangan Denver II (lingkar kepala termasuk mikro). Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dan cara sikat gigi yang benar diikuti secara antusias oleh anak-anak YPAB Permata Hati Kota Surakarta Orphanages are places of care for children and babies who are handed over due to parents who are experiencing economic difficulties or even without parents. The Permata Hati Child and Infant Care Foundation (YPAB) is one of the orphanages that care for children and babies who need protection and education in the city of Surakarta. During the Covid-19 pandemic, health services for children and infants at YPAB Permata Hati rarely received visits and checks. The purpose of this community service is to help provide health services for children and infants at YPAB Permata Hati Surakarta City in monitoring growth and development as well as nutritional status. The implementation method used is in the form of examining children's growth and development and nutritional status, counseling on Clean and Healthy Behavior, as well as counseling on how to brush their teeth properly. The results of examinations on the nutritional status and development of children and infants at YPAB Permata Hati, Surakarta, found that 30 percent were underweight and 1 person was suspected of developing Denver II (head circumference including micro). Counseling on Clean and Healthy Behavior and how to brush your teeth was enthusiastically followed by YPAB Permata Hati Surakarta children
PERILAKU SEHAT DAN BERSIH PENGHUNI PANTI YAYASAN CINTA KASIH IBU TERESA SURABAYA Pratiwi Hermiyanti; Lembunai Tat Alberta; Darjati; Wisnu Istanto; Mujayanto; Khambali; Demes Nurmayanti; Hadi Suryono; Fitri Rokhmalia; Rachmaniyah; Iva Rustanti; Marlik; Putri Arida Ipmawati; Budi Yulianto
Jurnal Ilmiah Tatengkorang Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Tatengkorang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/tkrg.v7i2.585

Abstract

Panti Yayasan Cinta Kasih (YCK) Ibu Teresa adalah salah satu panti berlokasi di Surabaya Barat yang merawat anak dan bayi serta orang tua lanjut usia yang membutuhkan perawatan dan pendidikan keluarga. Bantuan dari masyarakat sekitar terkait pangan sudah memenuhi kebutuhan di Panti YCK Ibu Teresa, namun pendidikan dasar kesehatan belum sepenuhnya diperoleh secara berkala bagi warga panti ini. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk memberikan pengetahuan serta perilaku yang mendukung pendidikan dasar kesehatan pada anak dan orang tua lanjut usia. Metode pelaksanaan yang dilakukan berupa penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta penyuluhan cara menyikat gigi yang benar. Hasil pengabdian masyarakat penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dan cara sikat gigi yang benar diikuti secara menyeluruh oleh warga YCK Ibu Teresa dan antusias dalam memberikan pertanyaan terkait materi yang diberikan. Diharapkan dalam waktu periodik dilakukan pengabdian masyarakat sejenis serta pelayanan kesehatan lainnya untuk merawat kesehatan warga YCK Ibu Teresa Surabaya. Yayasan Cinta Kasih (YCK) Ibu Teresa Orphanage is one of the orphanages located in West Surabaya that cares for children and babies as well as elderly parents who need family care and education. Assistance from the surrounding community regarding food has met the needs of the YCK Ibu Teresa Orphanage, but basic health education has not been yet fully provided on a regular basis for the residents of this orphanage. The purpose of this community service is to provide knowledge and behavior that supports basic health education for children and elderly parents. The implementation method used is in the form of counseling on Clean and Healthy Behavior (PHBS) as well as counseling on how to brush teeth properly. The results of the community service counseling on Clean and Healthy Behavior and the correct way to brush teeth were followed thoroughly by YCK Ibu Teresa residents, and enthusiastically ask questions related to the material presented. It is hoped that in the periodic time similar community service and other health services will be carried out to care health of YCK Ibu Teresa residents, Surabaya
The Potential of Kalelo Yogurt as Supplementary Foods to Prevent Stunting Pengge, Nuning Marina; Sayuningsih, Eny; Ratna Sari, Devi Eka; Hindaryani, Nurul; Mujayanto; Sariman, Sarina; Hafid, Fahmi; Taufiqurrahman
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 17 No. 4 (2024): February
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v17i4.3700

Abstract

This study aims to determine the potential of kalelo yogurt as supplementary feeding to prevent stunting. This type of research was pre-experimental with the Post-test only design method with the yogurt formula treatment. The statistical analysis used was Complete Randomized Design (CRD) 3 X 2 followed by Duncan test to see the difference in each formulation. And the organoleptic test of kalelo yogurt was processed using the Analysis Of Variant (ANOVA) test and Duncan test to see the level of difference significant at α level of 0.05. Results: The best formula of kalelo yogurt based on nutrient content was F1, which was consumed simultaneously with other foods to increase its nutritional value. While organoleptic tests showed F3 as the best product, with a rating level of (somewhat dislike-neutral). Based on the test results, the panelists still did not like kalelo yogurt very much, as it can be seen from the results of panelist evaluations ranging from somewhat dislike to neutral (4-5). This could be due to the aroma, taste and texture that were different from a solid yogurt. With increasing incubation time, microbial activity increases and the number of microbes increases, resulting in the pH of the medium decreasing. The best kalelo yogurt product from organoleptic and nutrient content was F3 and F1, respectively. The nutritional, energy and micronutrient content of the three formulas were not significantly different. To fulfill the nutritional needs of sufficient numbers requirements, pregnant women are advised to consume several times a day accompanied by other foods.
Pemberdayaan Mahasiswa melalui Simulasi Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Komunitas Devi Eka Ratnasari; Mujayanto; Ani Intiyati; Nurul Hindaryani; Taufiqurrahman
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 10 No 2 (2026): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v10i2.28572

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan tingkat risiko bencana tinggi, sehingga diperlukan tenaga kesehatan yang memiliki kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat, termasuk mahasiswa gizi. Namun, keterlibatan mahasiswa gizi dalam pelatihan tanggap bencana masih terbatas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi kesiapsiagaan bencana mahasiswa gizi melalui pelatihan berbasis simulasi yang aplikatif dan kontekstual. Metode pelaksanaan meliputi empat fase, yaitu persiapan dan koordinasi, penyusunan modul pelatihan, simulasi lapangan, serta evaluasi dan tindak lanjut. Kegiatan melibatkan 135 mahasiswa dan 10 warga relawan yang berpartisipasi dalam pelatihan logistik pangan, Rapid Health Assessment, penyelenggaraan makanan darurat, dan konseling gizi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan mahasiswa dalam asesmen cepat, distribusi logistik, serta edukasi gizi bagi kelompok rentan. Selain itu, partisipasi masyarakat juga meningkat dalam memahami pentingnya kesiapsiagaan pangan dan gizi saat bencana. Simpulan kegiatan ini menegaskan bahwa pembelajaran berbasis simulasi efektif dalam membangun kapasitas mahasiswa dan masyarakat terhadap penanganan gizi darurat serta dapat dijadikan model pengembangan pendidikan kebencanaan di bidang kesehatan.
Relationship Between Mothers’s Nutritional Knowledge and the Nutritional Status of Stunted Toddlers in Nyawangan Village, Sendang Health Center, Tulungagung Regency Meisya Argia Sisviani Deva DEVA; Nuning Marina Pengge; Mujayanto
Journal of Nutrition Explorations Vol. 3 No. 1 (2025): February
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting remains a chronic nutritional problem affecting children's physical growth, cognitive development, and future productivity. This study aims to examine the relationship between maternal nutritional knowledge and the nutritional status of stunted toddlers in Nyawangan Village, Tulungagung Regency. This research employed an observational analytic method with a retrospective approach. A total of 58 mothers of toddlers were selected using simple random sampling, and data were collected via questionnaires. The results showed that 51.7% of mothers had poor nutritional knowledge and 55.2% of toddlers were stunted. Spearman’s test indicated a weak positive correlation between maternal knowledge and children's nutritional status, but the result was not statistically significant (r = 0.165; p = 0.216). Although not significant, the findings suggest that better maternal knowledge tends to be associated with better nutritional status in children. Therefore, nutrition education for mothers should be enhanced by considering other contributing factors such as economic status, environment, and parenting practices.
Nutritional Knowledge, Food Consumption, and Physical Activity in Relation to Nutritional Status among Students in Junior High School Muhammadiyah 9 Surabaya: A Descriptive Study Lucyana Ahda Valeri; Mujayanto; Riezky Faisal Nugroho; Inne Soesanti
Journal of Nutrition Explorations Vol. 3 No. 3 (2025): August
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/jone.v3i3.554

Abstract

Adolescence is a critical period marked by rapid growth and development, requiring optimal nutrition to support physical and cognitive functions. This descriptive quantitative study aimed to assess the relationship between nutritional knowledge, food intake, physical activity, and nutritional status among eighth-grade female students at SMP Muhammadiyah 9 Surabaya. Using total sampling, 48 students participated by completing structured questionnaires, 2×24-hour dietary recalls, and anthropometric measurements. Results showed that 97.9% of students had good nutritional knowledge. However, 56.3% had very low protein intake, 64.6% had very low fat intake, and 89.6% had very low carbohydrate intake, with no participants reaching normal carbohydrate consumption. Most students (52.1%) engaged in light physical activity. Despite poor dietary intake and low activity levels, 66.7% had normal nutritional status, while 26.0% were underweight, and 8.4% were overweight or obese. The findings reveal a disconnect between knowledge and behavior, suggesting that nutritional awareness alone does not ensure healthy practices. Environmental, economic, and behavioral factors likely influence this gap. The study highlights the importance of integrated interventions that address not only knowledge but also food access, habits, and lifestyle to improve adolescent health. A holistic, school-based approach is recommended to support adequate nutrition, physical activity, and growth during adolescence.