Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Effect of zinc on milkfish nastar-cookies to albumin and hemoglobin levels in HIV/AIDS patients Hindaryani, Nurul; Sofro, Muchlis Achsan Udji; Agustini, Tri Winarni
Jurnal Gizi Indonesia (The Indonesian Journal of Nutrition) Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.62 KB) | DOI: 10.14710/jgi.8.2.149-153

Abstract

Background: Human Immunodeficiency Virus (HIV) destroys the antibody system, which causes faster protein breakdown resulting in lower albumin concentration. Zinc supplementation when added to protein in milkfish flour may increase albumin and zinc levels that associated with activity of the aminolevulinic acid dehydrase (ALAD) that synthesizes heme. Objectives: This study aimed to prove the effect of zinc and milkfish flour addition on albumin and hemoglobin levels in HIV/AIDS patients.Methods: An experimental study with randomized pre and post-test with the control group design using control subjects (n=17) and treatment (n=21). The administration of milkfish nastar with zinc to treatment group was 100 g/day for 60 days, while the control group was given milkfish nastar without zinc 100 g/day for 60 days. The measurement of albumin level used auto photometric with enzymatic color test methods and reticulated method for hemoglobin level measurement conducted before and after treatments. Data were analyzed using Shapiro-Wilk, paired t-test, and independent t-test with a significance value at p<0.05. Results: The means of albumin level in the treatment group increased by 7.03%, while the control group increased by 4.33% (p>0.05). Means of hemoglobin level in the treatment group increased by 12.0%, while the control group increased by 7.9% (p<0.05). Conclusion: Albumin and hemoglobin levels increased after milkfish nastar administration with zinc addition in HIV/AIDS patients.
Joint Action to Prevent Stunting and Obesity in the Tanah Kali Kedinding Health Center, Kenjeran District, Surabaya Riezky Faisal Nugroho; Mujayanto Mujayanto; Nuning Marina Pengge; Nurul Hindaryani; Erlyna Jayeng Wijayanti; Erika Martining Wardani
Surya Abdimas Vol. 6 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.v6i4.2202

Abstract

Stunting in children is a serious problem because it is associated with the risk of future illness and the difficulty of achieving optimal physical and cognitive development. The prevalence of stunting in Surabaya is found in several working areas of the puskesmas, one of which is at the Tanah Kali Kedinding Health Center at 25.37%. Obesity is a condition in which the accumulation of excess or abnormal fat is bad for health. The World Health Organization (WHO) in 2014 noted that 1.9 billion adults were overweight with a prevalence of 39% having children under five were overweight and obese. The case of obesity in the city of Surabaya itself ranks second highest in East Java Province, which is as many as 98,344 cases. This activity aims to increase knowledge about stunting and obesity prevention for pregnant women and mothers under five. This service method uses increasing knowledge about stunting and obesity in everyday life for pregnant women and mothers of toddlers, measuring nutritional status in Toddlers and cooking demonstrations of healthy snacks using the Risoles menu of Tongkol Ragout Fresh Bread. The results obtained, namely pregnant women and mothers under five experienced an increase in knowledge about stunting and obesity respectively 80% and 82%, both of which were classified as good.
Pengaruh Edukasi Gizi Seimbang Terhadap Pengetahuan Gizi Pada Lansia Di Desa Botoputih, Kecamatan Tikung Kabupaten Lamongan, Jawa Timur Riezky Faisal Nugroho; Nurul Hindaryani; Khristine Saputri
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Perguruan Tinggi Meng
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (805.65 KB) | DOI: 10.33086/snpm.v1i1.783

Abstract

Lansia tergolong golongan atau populasi yang memiliki resiko (population at risk) yang jumlahnya mengalami peningkatan setiap tahunnya (Kiik dkk., 2018). Populasi berisiko (population at risk) merupakan kelompok yang tergolong bermasalah dalam kesehatan dan berpotensi untuk berkembang menjadi lebih buruk akibat beberapa faktor risiko yang mempengaruhi (Allender et al., 2014). Lansia dalam menjalankan fungsi fisiologis pada tubuhnya juga tetap membutuhkan energi. Penurunan aktivitas selaras dengan usia yang semakin bertambah pada lansia, sehingga lansia tetap membutuhkan asupan gizi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral yang lengkap (Adriani dan Wirjatmadi, 2012). Program edukasi gizi seimbang bagi lansia dilaksanakan di desa Botoputih, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan Jawa Timur. Kegiatan yang bekerjasama dengan pihak Puskesmas Tikung, Kabupaten Lamongan Jawa Timur melewati beberapa tahapan, yaitu: perijinan, persiapan, pelaksanaan kegiatan dan evaluasi. Program ini dilakukan selama 1 bulan dan kegiatan dilakukan 2 kali. Program ini mempunyai beberapa kegiatan yakni: pengukuran status gizi dan penyuluhan gizi seimbang bagi lansia dan konseling gizi. Jumlah lansia yang menjadi peserta sebanyak 44 orang. Ketercapaian kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan tentang gizi seimbang bagi lansia, sehingga lansia mampu untuk hidup sehat yang secara tidak langsung membantu meningkatkan status kesehatan lansia. Pengetahuan atau kognitif pada individu dipengaruhi oleh terbentuknya sikap dan perilaku individu tersebut. Pengetahuan merupakan faktor yang memiliki pengaruh dalam pemenuhan asupan nutrisi bagi lansia. Pengetahuan yang tinggi atau cukup pada lansia dapat mempengaruhi perilakunya untuk memenuhi nutrisinya. Dari hasil pengamatan edukasi gizi seimbang dari tim pengabdi, lansia mengalami peningkatan pengetahuan gizi sebesar 87 %. Rekomendasi dari kegiatan ini adalah diperlukan kegiatan serupa yang dilakukan secara rutin untuk mendukung program pemerintah, serta jenis kegiatan lain yang mendukung program gizi bagi lansia.
Pemeriksaan Kesehatan Warga Panti Yayasan Cinta Kasih Ibu Teresa, Sambikerep, Surabaya Juliana Christyaningsih; Kiaonarn Ongko Waluyo; Museyaroh Museyaroh; Nuning Marina Pengge; Lully Hani Endarini; Suliati Suliati; Nurul Hindaryani
Jurnal Pengabdian Kesehatan Beguai Jejama Vol 4, No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Kesehatan Beguai Jejama Volume 4 Nomor 1 April 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jpk.v4i1.8998

Abstract

Yayasan Cinta Kasih Ibu Teresa Sambikerep, Surabaya, Indonesia, menerima penitipan anak, khususnya anak terlantar dan lansia, berjumlah 48 orang terdiri dari 18 lansia, 20 anak, 10 remaja, sedangkan pengelola Yayasan Cinta Kasih sejumlah 6 orang. Sejak masa pandemi, anak dan lansia di Yayasan Cinta Kasih Ibu Teresa tersebut jarang mendapat layanan kesehatan dan keterbatasan ruanggerak anak-anak. Tim Pengabdi Polkesbaya mempunyai solusi yaitu anak di Yayasan Cinta Kasih Ibu Teresa akan mendapat pemeriksaan tumbuh kembang anak, Penyuluhan Hidup Bersih dan Sehat, pemeriksaan Status Gizi, penyuluhan cara menyikat gigi yang benar, sedang untuk dewasa dan lansia adalah pelayanan kesehatan berupa pemeriksaan tekanan darah, gula darah dan asam urat. Hasil yang didapat adalah Penyuluhan oleh tim pengabdi diikuti dengan baik dan antusias oleh warga Yayasan Cinta Kasih Ibu Teresa. Status gizi dan tumbuh kembang anak dan bayi di Yayasan Cinta Kasih Ibu Teresa didapatkan anak kategori kurus 3%, gemuk 9%, obesitas dan BB kurang masing2 3% dan BB lebih 6%, sedangkan 6% dewasa/ lansia didapatkan kadar glukosa darah dan asam urat tinggi. Disarankan kegiatan serupa dapat dilakukan secara periodik agar warga Yayasan Cinta Kasih Ibu Teresa dapat terpantau status kesehatannya.
Pengabdian Pendampingan Praktik Pemosisian Kepala Anak dalam Pengukuran Panjang Badan Anak Baduta di Kertajaya, Gubeng. Surabaya - Indonesia Hafid, Fahmi; Rusyadi, Luthfi; Taufiqurrahman; Mujayanto; Soesanti, Inne; Shofiya, Dian; Hatijah, Nur; Pengge, Nuning Marina; Hindaryani, Nurul; Intiyati, Ani; Nugroho, Riezky Faisal; Latifolia, Ergia; Ratnasari, Devi Eka; Halimah, Husnul; Wardana, Endra Tri Kusuma; Prionggo, Anang; Putri, Intan Maulina Alifia; Adhyanti; Sariman, Sarina
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Svasta Harena Vol. 3 No. 2 (2024): Februari 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jpmsh.v3i2.3895

Abstract

Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kader posyandu dalam pemosisian kepala dalam mengukur panjang badan anak di bawah dua tahun (baduta) di Posyandu Kertajaya, Kecamatan Gubeng, Surabaya. Pengabdian dilakukan dengan menggabungkan teori dan praktik untuk meningkatkan akurasi pengukuran panjang badan. Kegiatan ini melibatkan 30 mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Surabaya dan 30 Kader Surabaya Hebat (KSH) posyandu. Hasil menunjukkan bahwa sebelum pengabdian, kader belum semuanya tepat ketika memosisikan kepala anak dan menggunakan alat ukur Length Board Measuring dengan benar. Setelah mengikuti pengabdian, keterampilan kader memosisikan kepala anak dan menggunakan alat ukur Length Board Measuring lebih baik. Penggunaan panduan pengukuran dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan demonstrasi langsung oleh dosen efektif dalam meningkatkan kompetensi kader. Temuan ini mendukung pentingnya pengabdian berkelanjutan untuk kader posyandu dalam rangka mendukung upaya penurunan prevalensi stunting dan peningkatan status gizi anak di Indonesia.
Gymnastics Assistance for the Independent Elderly: Service in Efforts to Prevent Dementia in Bulak Village, Surabaya Utomo, Bedjo; Soetjiatie, Liliek; Sulistijono, Heru; Hindaryani, Nurul
Frontiers in Community Service and Empowerment Vol. 3 No. 2 (2024): June
Publisher : Forum Ilmiah Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FORITIKES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/ficse.v3i2.58

Abstract

Degenerative diseases are infections that almost occur in old age, with decreased physiological function will have an impact on several chronic diseases, such as hypertension, diabetes, osteoarthritis, Alzheimer's, heart disease, kidney failure, therefore, to prevent the occurrence of these diseases it is necessary to strive for promotive, preventive, and rehabilitative measures. One of the efforts made is to carry out community service in the form of assisting the elderly so that they can live independently and have a good quality of life. Community service for Departemen of health Poltekkes Kemenkes Surabaya which was carried out at RW 2 Bulak Village in the form of counseling, health checks, nutrition fulfillment education and elderly gymnastics. The results of counseling education about degenerative diseases and their prevention have shown a 90% good level of understanding, and the elderly have high enthusiasm to participate in gymnastics movements and do health tests. Furthermore, the continuation of this activity is expected to be followed up by improving effective communication between puskesmas officers, elderly cadres so that the elderly program can run optimally
Interactive Support in The Tambak Wedi Village Area of Surabaya City to Avoid Stunting Christyaningsih, Juliana; Nur Kholifah, Siti; Ariyanti, Ida; Retno Puspitadewi, Teresia; Suyanto, Beny; Hindaryani, Nurul; Rahmawati, Laili; museyaroh, museyaroh
Frontiers in Community Service and Empowerment Vol. 3 No. 3 (2024): September
Publisher : Forum Ilmiah Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FORITIKES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/ficse.v3i3.74

Abstract

ABSTRACT Stunting remains a serious challenge for Indonesian society. The 2018 basic health research reported that the prevalence of stunting among toddlers reached 30.8%. The impact of stunting is not only on physical growth but also on cognitive development and the risk of diseases in adulthood. Community service plays a crucial role in supporting government efforts to address stunting through nutrition education, infant and child feeding practices, sanitation, hygiene, and family economic empowerment. Based on this, the involvement of higher education institutions is necessary to improve public health through an approach of interprofessional collaboration and interprofessional education designed in community service activities that focus on empowering communities through integrative assistance. This community service is carried out in 2024, located in Tambak Wedi Village, Surabaya. The activities conducted include training and assistance in the production of processed foods based on moringa leaves and fish, health education on healthy living behaviors, guidance on parenting and breastfeeding/MPASI, training for early detection of high-risk pregnancies for families, and checking hemoglobin and protein levels for pregnant women in a state of chronic energy deficiency who receive supplementary feeding based on moringa leaves and fish. At the beginning of the community service activities, the results of health and laboratory examinations were as follows: several mothers were found to have a mid-upper arm circumference (MUAC) below 23.5 cm, which may indicate a risk of chronic energy deficiency (CED). Pregnant women were still found with hemoglobin levels below 11 g/dL, indicating anemia during pregnancy. Additionally, protein levels in pregnant women were found to be 6.2 g/dL, and there was one stunted child and seven children in a pre-stunting condition. Following up on the results of the initial health examination, interventions were carried out for pregnant women with chronic energy deficiency and toddlers at risk of stunting by providing snacks made from moringa and fish for two weeks. The Surabaya Hebat cadres also received a refresher on early detection screening for high-risk pregnant women INDEX TERMS Stunting, Moringa leaves and fish, Tambak Wedi
Program literasi, senam hipertensi, dan pemeriksaan kesehatan lansia di Posyandu Abiyoso Polkesbaya Christyaningsih, Juliana; Supriyatin, Endah; Rusyadi, Luthfi; Sumasto, Hery; Pengge, Nuning Marina; Hindaryani, Nurul; Rokhmalia, Fitri; Islaha, Maria; Sholikah, Mar'atus; Pebianti, Melania Rizerda
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Mei
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v8i2.2549

Abstract

Seiring bertambahnya usia, lansia dapat mengalami penurunan fungsi tubuh baik secara fisik maupun psikologis. Penurunan fungsi tersebut dapat menjadikan lansia lebih rentan terhadap penyakit seperti penderita hipertensi dan Diabetes Melitus. Aktivitas fisik seperti senam hipertensi merupakan upaya yang dapat berperan dalam mengelola tekanan darah, meningkatkan kesehatan jantung serta berperan dalam relaksasi bagi lansia, selain itu, budaya literasi juga dapat membantu lansia dalam meningkatkan daya ingat. Kegiatan pengabdian masyarakat dalam kegiatan posyandu lansia dilaksanakan pada tanggal 3 Januari 2024 di gedung Poltekkes Kemenkes Surabaya dan diikuti oleh 50 lansia. Alat dan bahan yang digunakan dalam kegiatan ini antara lain tensimeter untuk mengukur tekanan darah serta menggunakan Point Care of Test (POCT) untuk mengukur glukosa darah. Pada kegiatan ini lansia diikuti dengan karakteristik 70% partisipan berjenis kelamin perempuan dengan 32% partisipan memiliki tekanan darah yang tinggi serta 10% partisipan memiliki kadar glukosa darah yang tinggi.
Innovative nuggets with pangasius fish and moringa leaf flour to enhance adolescent girls' health Nurul Hindaryani; Fahmi Hafid
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 9, No 3 (2024): September
Publisher : Department of Nutrition at the Health Polytechnic of Aceh, Ministry of Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v9i3.1994

Abstract

Chronic energy deficiency (CED) in Indonesian adolescent girls is primarily caused by an unbalanced diet that leads to energy and protein deficiencies. Understanding how CED affects the physical development and health of girls is crucial as it may potentially impact their quality of life in the future. This study aimed to evaluate the acceptability and protein content of nuggets formulated with pangasius and moringa leaf flour. The true experimental design was the Testing Service Unit Laboratory, Faculty of Pharmacy, Universitas Airlangga, from April to July 2024. Nuggets with three different formulations were tested organoleptically by 25 panelists, and organoleptic data were analyzed using SPSS and statistically tested using Non-Parametric Testing. The results indicated that NG02 had the highest organoleptic scores for color, aroma, and taste, whereas NG01 had the highest protein content (15.36 %). Statistical analysis revealed no significant differences (p > 0.05) in color, taste, aroma, or texture among the three formulations. In conclusion, despite NG02 being the preferred protein, NG01's higher protein content suggests that it may better address CED in adolescent girls.
Pelayanan Home Care Pada Pasien Hipertensi Di Kelurahan Kertajaya Wilayah Kerja Puskesmas Pucang Sewu Kota Surabaya Nugroho, Riezky Faisal; Wardani, Erika Martining; Pengge, Nuning Marina; Hindaryani, Nurul
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3: Mei 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v4i3.9333

Abstract

Hipertensi masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia, termasuk di Surabaya. Gaya hidup yang tidak sehat dan minimnya edukasi menjadi faktor risiko yang memperparah kondisi pasien hipertensi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap pasien serta keluarga pasien hipertensi melalui pelayanan home care. Metode kegiatan meliputi pengukuran status gizi, penyuluhan gizi seimbang, konseling, serta pemberian makanan tambahan (PMT) kepada pasien di Kelurahan Kertajaya, Puskesmas Pucang Sewu. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 94% dan peningkatan sikap sebesar 88%. Kegiatan ini terbukti efektif dalam mendorong perubahan perilaku positif pasien dan keluarga pasien hipertensi.