Kampung Adat Cireundeu memiliki potensi budaya yang belum teroptimalkan karena tingkat wawasan dan keterampilan warga dalam menciptakan motif batik khas Cireundeu masih rendah. Akibatnya, kain batik yang digunakan pada acara adat masih bergantung pada produk batik dari kampung adat lain. Hal ini mengurangi otentisitas simbolik identitas budaya lokal Cireundeu karena representasi visual batik tidak lahir dari nilai-nilai budaya Cireundeu sendiri. Selain itu, atraksi wisata yang ada hanya berupa musik, tari, dan olahan singkong, sehingga dapat menurunkan daya tarik desa dalam jangka panjang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keberdayaan warga dalam memenuhi kebutuhan kain, penguatan identitas visual Cireundeu, dan diversifikasi atraksi wisata. Target tersebut dapat dicapai melalui program intervensi partisipatif dimana peserta dilatih secara intensif melalui pelatihan teknik stilasi dan penggunaan Artificial Intelligence untuk penciptaan motif batik, teknik batik dan sistem produksi. Hasil program meliputi tiga motif dan prototipe batik serta diversifikasi atraksi wisata. Metode pendekatan Participatory Action Research dilaksanakan dalam 5 tahapan kegiatan. Program ini berhasil memberikan dampak nyata pada mitra dimana pada aspek pengetahuan terjadi peningkatan sebesar 104,5% sedangkan keterampilan sebesar 82%. Peningkatan tersebut membuktikan bahwa program ini efektif dalam meningkatkan kapasitas peserta sehingga menjadi lebih berdaya dalam membangun desa wisata secara berkelanjutan. Kampung Adat Cireundeu memiliki potensi budaya yang belum teroptimalkan karena tingkat wawasan dan keterampilan warga dalam menciptakan motif batik khas Cireundeu masih rendah. Akibatnya, kain batik yang digunakan pada acara adat masih bergantung pada produk batik dari kampung adat lain. Hal ini mengurangi otentisitas simbolik identitas budaya lokal Cireundeu karena representasi visual batik tidak lahir dari nilai-nilai budaya Cireundeu sendiri. Selain itu, atraksi wisata yang ada hanya berupa musik, tari, dan olahan singkong, sehingga dapat menurunkan daya tarik desa dalam jangka panjang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keberdayaan warga dalam memenuhi kebutuhan kain, penguatan identitas visual Cireundeu, dan diversifikasi atraksi wisata. Target tersebut dapat dicapai melalui program intervensi partisipatif dimana peserta dilatih secara intensif melalui pelatihan teknik stilasi dan penggunaan Artificial Intelligence untuk penciptaan motif batik, teknik batik dan sistem produksi. Hasil program meliputi tiga motif dan prototipe batik serta diversifikasi atraksi wisata. Metode pendekatan Participatory Action Research dilaksanakan dalam 5 tahapan kegiatan. Program ini berhasil memberikan dampak nyata pada mitra dimana pada aspek pengetahuan terjadi peningkatan sebesar 104,5% sedangkan keterampilan sebesar 82%. Peningkatan tersebut membuktikan bahwa program ini efektif dalam meningkatkan kapasitas peserta sehingga menjadi lebih berdaya dalam membangun desa wisata secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026