Dewi Shintya Pratiwi
Universitas Teknologi Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DIVERSIFIKASI PRODUK AKAR ALANG-ALANG, PAKCOY, DAUN STEVIA DAN MINT HASIL PERTANIAN DESA CIPUTRI Abdul Fatah; Sri Erina Damayanti; Dewi Shintya Pratiwi; Yusman Taufik; Rizal Maulana Ghaffar; Mia Nurkanti; Taufiqulloh Dahlan; Rosad Ma'ali El Hadi; Nur Hasanah
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Ciputri terletak di bawah kaki Gunung Gede dengan potensi alam yang luar biasa. Akar alang-alang tumbuh dengan subur dan hasil pertanian pun melimpah, seperti sayuran pakcoy, daun stevia dan mint. Pakcoy hasil panen langsung dijual ke pasar. Daun stevia dan mint dijual dalam bentuk daun kering. Sedangkan akar alang-alang dijual dalam bentuk kering dan basah dengan ukuran yang disesuaikan. Diperlukan suatu strategi agar nilai dari suatu produk dapat meningkat, yaitu diversifikasi produk. Sayuran pakcoy dapat dibuat makanan nori, daun stevia dan mint dapat dibuat produk teh celup, dan akar alang-alang dapat dimanfaatkan untuk membuat produk minuman kesehatan sari alang-alang. Metode yang dilakukan adalah dengan memberikan sosialisasi, pelatihan dan pendampingan. Hasil dari kegiatan yang dilakukan, dimana Bumdes Ciputri dan ibu-ibu PKK yang menjadi mitra kegiatan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bagaimana cara membuat nori pakcoy, teh daun stevia, teh daun mint, dan minuman sari alang-alang. Serta dapat meningkatkan pendapatan dan perekonomian masyarakat Desa Ciputri pada umumnya.
Pemberdayaan Kampung Adat Cireundeu melalui Inovasi Motif Batik Berbasis Budaya dan AI Dewi Shintya Pratiwi; Yudha Prambudia
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 10 No 2 (2026): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v10i2.29805

Abstract

Kampung Adat Cireundeu memiliki potensi budaya yang belum teroptimalkan karena tingkat wawasan dan keterampilan warga dalam menciptakan motif batik khas Cireundeu masih rendah. Akibatnya, kain batik yang digunakan pada acara adat masih bergantung pada produk batik dari kampung adat lain. Hal ini mengurangi otentisitas simbolik identitas budaya lokal Cireundeu karena representasi visual batik tidak lahir dari nilai-nilai budaya Cireundeu sendiri. Selain itu, atraksi wisata yang ada hanya berupa musik, tari, dan olahan singkong, sehingga dapat menurunkan daya tarik desa dalam jangka panjang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keberdayaan warga dalam memenuhi kebutuhan kain, penguatan identitas visual Cireundeu, dan diversifikasi atraksi wisata. Target tersebut dapat dicapai melalui program intervensi partisipatif dimana peserta dilatih secara intensif melalui pelatihan teknik stilasi dan penggunaan Artificial Intelligence untuk penciptaan motif batik, teknik batik dan sistem produksi. Hasil program meliputi tiga motif dan prototipe batik serta diversifikasi atraksi wisata. Metode pendekatan Participatory Action Research dilaksanakan dalam 5 tahapan kegiatan. Program  ini berhasil memberikan dampak nyata pada mitra dimana pada aspek pengetahuan terjadi peningkatan sebesar 104,5% sedangkan keterampilan sebesar 82%. Peningkatan tersebut membuktikan bahwa program ini efektif dalam meningkatkan kapasitas peserta sehingga menjadi lebih berdaya dalam membangun desa wisata secara berkelanjutan. Kampung Adat Cireundeu memiliki potensi budaya yang belum teroptimalkan karena tingkat wawasan dan keterampilan warga dalam menciptakan motif batik khas Cireundeu masih rendah. Akibatnya, kain batik yang digunakan pada acara adat masih bergantung pada produk batik dari kampung adat lain. Hal ini mengurangi otentisitas simbolik identitas budaya lokal Cireundeu karena representasi visual batik tidak lahir dari nilai-nilai budaya Cireundeu sendiri. Selain itu, atraksi wisata yang ada hanya berupa musik, tari, dan olahan singkong, sehingga dapat menurunkan daya tarik desa dalam jangka panjang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keberdayaan warga dalam memenuhi kebutuhan kain, penguatan identitas visual Cireundeu, dan diversifikasi atraksi wisata. Target tersebut dapat dicapai melalui program intervensi partisipatif dimana peserta dilatih secara intensif melalui pelatihan teknik stilasi dan penggunaan Artificial Intelligence untuk penciptaan motif batik, teknik batik dan sistem produksi. Hasil program meliputi tiga motif dan prototipe batik serta diversifikasi atraksi wisata. Metode pendekatan Participatory Action Research dilaksanakan dalam 5 tahapan kegiatan. Program  ini berhasil memberikan dampak nyata pada mitra dimana pada aspek pengetahuan terjadi peningkatan sebesar 104,5% sedangkan keterampilan sebesar 82%. Peningkatan tersebut membuktikan bahwa program ini efektif dalam meningkatkan kapasitas peserta sehingga menjadi lebih berdaya dalam membangun desa wisata secara berkelanjutan.