Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan fokus pada studi kasus. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memahami Quarter Life Crisis (QLC) yang dialami oleh individu. Metode pengumpulan data yang diterapkan meliputi wawancara, konseling, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah seorang siswa berusia 20 tahun yang mengalami krisis seperempat kehidupan. Tujuan utamanya adalah untuk mengidentifikasi penyebabnya, seperti tekanan yang disebabkan oleh harapan pribadi, kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain, dan reaksi berlebihan terhadap kritik. Pendekatan ini dipilih agar klien memahami dan menerima diri mereka sendiri tanpa tekanan eksternal atau internal. Tujuan konseling dalam hal ini adalah untuk membantu klien mengatasi krisis kuartal kehidupan, dengan penekanan pada pemahaman dan penerimaan diri mereka sendiri, membantu klien mengenali dan memahami emosi, keyakinan, dan harapan yang membebani mereka, dan membantu klien menemukan kembali tujuan dan makna hidup. Hasil konseling menunjukkan peningkatan yang signifikan pada kondisi klien, yang dapat menerima diri dengan segala kekuatan dan kelemahannya, dan mengurangi kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain, klien juga berhasil membangun rutinitas yang lebih teratur, memperbaiki pola tidur, dan mulai terhubung kembali dengan hubungan sosial mereka.
Copyrights © 2025