Beleid : Journal of Administrative Law and Public Policy
Vol 4, No 1 (2026): Transformation of Administrative Law and Environmental Governance in Addressing

Asimetri Yuridis Perhutanan Sosial: Subordinasi Kelembagaan LMDH dalam Perspektif Hukum Administrasi Negara

Pramudya Bumishambara (Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia)
Fikri Danang Himawan (Fakultas Kehutanan, Program Studi Magister Ilmu Kehutanan, Universitas Gadjah Mada)
Fathur Khoirul Arifin (Fakultas Kehutanan, Program Studi Magister Ilmu Kehutanan, Universitas Gadjah Mada)
Diananda Vianokta Azzahra (Fakultas Kehutanan, Program Studi Magister Ilmu Kehutanan, Universitas Gadjah Mada)
Yanne Permata Sari (Fakultas Kehutanan, Program Studi Magister Ilmu Kehutanan, Universitas Gadjah Mada)



Article Info

Publish Date
26 May 2026

Abstract

Kebijakan Perhutanan Sosial (PS) Indonesia diposisikan secara normatif sebagai instrumen transformasi tata kelola hutan yang berkeadilan. Namun, kerangka hukum administrasi negara yang mengatur implementasi PS, khususnya skema Kemitraan Kehutanan antara Perum Perhutani dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) di Jawa Timur, mengungkapkan asimetri yuridis yang fundamental: masyarakat menerima hak akses tanpa otoritas yang setara atas aturan kolektif pengelolaan hutan. Berdasarkan meta-sintesis kualitatif terhadap 28 studi terindeks Scopus (2020–2026), artikel ini mengintegrasikan Teori Ketergantungan dan Teori Tata Kelola Adaptif dengan prinsip legalitas administratif, diskresi kewenangan, dan keadilan administratif. Analisis mengidentifikasi tiga mekanisme subordinasi kelembagaan: penguasaan birokrasi atas definisi aturan, ketidakpastian tenurial sebagai instrumen kontrol, dan ketergantungan baru pascapemberian akses. Meta-analisis global terhadap 643 kasus hutan komunitas mengonfirmasi bahwa formalisasi justru seringkali melemahkan akses dan hak atas sumber daya hutan. Temuan menunjukkan bahwa perjanjian kemitraan PS tidak memiliki kesetaraan yuridis, berfungsi sebagai instrumen administratif subordinatif alih-alih mekanisme devolusi yang genuine. Artikel ini merekomendasikan reformasi legislatif untuk menjamin keamanan tenurial yang independen dari diskresi birokrasi, struktur tata kelola partisipatif wajib yang berlabuh pada prinsip keadilan administratif, serta reorientasi evaluasi PS menuju indikator kelembagaan-kualitatif yang mengukur otonomi komunitas, inklusivitas gender, dan keberlanjutan ekosistem.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

beleid

Publisher

Subject

Humanities Environmental Science Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Social Sciences

Description

Beleid Journal is a journal published by the Faculty of Law, Sultan Ageng Tirtayasa University which aims to be a source and place to present the results of research on state administrative law and public policy. This journal is published twice a year (May and November) with open access. The Beleid ...