Matematika berbasis konteks budaya lokal menjadi pendekatan strategis yang semakin diperlukan dalam pembelajaran matematika yang bermakna, namun kajian yang mengungkap representasi matematika secara menyeluruh pada multiple produk budaya dalam satu komunitas adat masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis representasi matematika yang terkandung dalam produk budaya Suku Sasak di Desa Sade, Lombok Tengah, sebagai upaya mengisi kesenjangan tersebut. Tiga objek utama dikaji, yaitu: alat musik Gendang Beleq, kerajinan Tenun Sasak, dan arsitektur Rumah Adat Bale Tani. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-etnografi dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Informan terdiri atas tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, dan kaum wanita penenun. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan keabsahan data dijaga melalui triangulasi. Hasil penelitian mengidentifikasi 17 representasi matematika yang mencakup konsep geometri datar, bangun ruang, simetri, dan pola berulang yang melekat pada istilah-istilah budaya lokal di ketiga objek tersebut. Temuan ini berkontribusi secara akademis dalam memperluas kajian etnomatematika budaya Sasak, sekaligus memberikan implikasi praktis berupa fondasi pengembangan sumber belajar matematika yang kontekstual, bermakna, dan mendukung pelestarian kearifan lokal Lombok.
Copyrights © 2026