Penelitian ini dilatar belakangi oleh pesatnya perkembangan teknologi digital, khususnya kecerdasan buatan, yang memengaruhi proses pembelajaran mahasiswa. Kehadiran ChatGPT memunculkan beragam persepsi mahasiswa yang diduga berhubungan dengan kemandirian belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi mahasiswa tentang ChatGPT dengan kemandirian belajar mahasiswa BKPI Universitas Muhammadiyah Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif korelasional dengan jumlah sampel 75 mahasiswa yang ditentukan melalui teknik proportionate stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa skala persepsi tentang ChatGPT (25 item, α = 0,876) dan skala kemandirian belajar (20 item, α = 0,842). Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment setelah memenuhi uji prasyarat normalitas dan linieritas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara persepsi mahasiswa tentang ChatGPT dengan kemandirian belajar mahasiswa (r = 0,531; p < 0,001) yang termasuk dalam kategori hubungan sedang. Mayoritas mahasiswa memiliki persepsi pada kategori tinggi (66,7%) dan kemandirian belajar pada kategori tinggi (64,0%). Implikasi penelitian menunjukkan perlunya sosialisasi, pendampingan, serta kebijakan yang tepat dari institusi pendidikan dalam mengoptimalkan pemanfaatan teknologi AI untuk mendukung kemandirian belajar mahasiswa.
Copyrights © 2024