Status gizi merupakan indikator keberhasilan pemenuhan nutrisi anak yang diukur melalui berat badan dan tinggi badan. Anak usia di bawah lima tahun rentan terhadap masalah kesehatan dan gizi, di mana tingkat pengetahuan ibu mengenai gizi seimbang menjadi salah satu faktor penentu utama. Penelitian serupa sudah sering dilakukan namun kebaruan pada penelitian ini adalah menggunakan responden yaitu ibu balita usia 3 tahun, sehingga pencegahan dan penanganan bisa dilakukan lebih dini. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu tentang gizi seimbang dengan status gizi balita. Jenis penelitian adalah analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 49 ibu yang memiliki balita di Puskesmas Pandanwangi Kota Malang, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan dan observasi status gizi dengan indeks BB/TB, kemudian data dianalisis menggunakan uji Spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan hampir seluruh ibu memiliki pengetahuan baik (98%) dan sebagian besar status gizi balita baik (69,4%). Hasil analisa Spearmen rho didapatkan nilai p value= 0,005 < 0,05 dan nilai coefficient correlation = 0.282 menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan ibu tentang gizi seimbang dengan status gizi balita dan arah hubungannya positif namun korelasi lemah. Pengetahuan ibu yang baik sangat krusial dalam menjaga status gizi anak, terutama dalam peran untuk menyusun menu, mengelola pola makan, dan frekuensi pemberian makan balita. Namun, nilai korelasi lemah memberikan gambaran bahwa pengetahuan ibu bukan satu-satunya faktor penentu dalam status gizi balita. Status gizi juga dipengaruhi oleh faktor eksternal lain (multifaktorial) seperti status ekonomi, akses terhadap bahan pangan bergizi, serta riwayat penyakit infeksi pada balita.
Copyrights © 2026