Duhita Dyah Apsari
Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA STUNTING DENGAN PERKEMBANGAN BALITA USIA 24–60 BULAN PADA LEVEL KOMUNITAS POSYANDU Vika Clara Alverina; Duhita Dyah Apsari
JUBIDA- Jurnal Kebidanan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jubida.v5i1.1962

Abstract

Masalah gangguan tumbuh kembang di Indonesia adalah isu kesehatan yang tidak bisa diabaikan. Masa balita merupakan periode emas yang menentukan kualitas kesehatan, kecerdasan, dan kesejahteraan sepanjang siklus kehidupan. Pada masa ini, kebutuhan gizi yang cukup serta stimulasi perkembangan yang tepat menjadi pilar utama pertumbuhan dan perkembangan anak. Kekurangan gizi dan rendahnya kesadaran orang tua terhadap deteksi dini tumbuh kembang masih menjadi penyebab utama gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak di Indonesia. Penelitian ini menawarkan novelty melalui integrasi data antropometri dan skrining perkembangan dalam satu analisis komunitas mikro (RW), pemetaan risiko stunting dengan perkembangan pada level layanan primer (Posyandu), serta pengembangan model deteksi dini terpadu berbasis Posyandu untuk mendukung intervensi kesehatan masyarakat yang lebih efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara stunting dan perkembangan balita usia 24–60 bulan di RW 01 Desa Kalisongo Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran tinggi badan serta skrining perkembangan menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih ditemukan balita stunting sebanyak 18,7% dan perkembangan belum sesuai usia sebanyak 12,5%. Outcome utama penelitian ini adalah risk association antara stunting dan keterlambatan perkembangan, dengan hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang bermakna (p < 0,05), dimana balita dengan stunting memiliki risiko lebih tinggi (odds ratio yang signifikan) mengalami keterlambatan perkembangan dibandingkan dengan balita yang memiliki status gizi normal. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian pada 5 dari 6 anak yang mengalami stunting memiliki perkembangan yang belum sesuai dengan usianya. Sehingga perlunya memperkuat kegiatan pemantauan tumbuh kembang serta meningkatkan edukasi kepada orang tua mengenai pentingnya gizi seimbang, stimulasi perkembangan anak sesuai usia serta pemantauan rutin ke posyandu.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI SEIMBANG DENGAN STATUS GIZI BALITA Duhita Dyah Apsari; Reni Wahyu Triningsih
JUBIDA- Jurnal Kebidanan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jubida.v5i1.2128

Abstract

Status gizi merupakan indikator keberhasilan pemenuhan nutrisi anak yang diukur melalui berat badan dan tinggi badan. Anak usia di bawah lima tahun rentan terhadap masalah kesehatan dan gizi, di mana tingkat pengetahuan ibu mengenai gizi seimbang menjadi salah satu faktor penentu utama. Penelitian serupa sudah sering dilakukan namun kebaruan pada penelitian ini adalah menggunakan responden yaitu ibu balita usia 3 tahun, sehingga pencegahan dan penanganan bisa dilakukan lebih dini. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu tentang gizi seimbang dengan status gizi balita. Jenis penelitian adalah analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 49 ibu yang memiliki balita di Puskesmas Pandanwangi Kota Malang, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan dan observasi status gizi dengan indeks BB/TB, kemudian data dianalisis menggunakan uji Spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan hampir seluruh ibu memiliki pengetahuan baik (98%) dan sebagian besar status gizi balita baik (69,4%). Hasil analisa Spearmen rho didapatkan nilai p value= 0,005 < 0,05 dan nilai coefficient correlation = 0.282 menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan ibu tentang gizi seimbang dengan status gizi balita dan arah hubungannya positif namun korelasi lemah. Pengetahuan ibu yang baik sangat krusial dalam menjaga status gizi anak, terutama dalam peran untuk menyusun menu, mengelola pola makan, dan frekuensi pemberian makan balita. Namun, nilai korelasi lemah memberikan gambaran bahwa pengetahuan ibu bukan satu-satunya faktor penentu dalam status gizi balita. Status gizi juga dipengaruhi oleh faktor eksternal lain (multifaktorial) seperti status ekonomi, akses terhadap bahan pangan bergizi, serta riwayat penyakit infeksi pada balita.
Hubungan Pengetahuan Dengan Sikap Ibu Hamil Tentang Pemeriksaan Triple Eliminasi Di Puskesmas Arjowinangun Avelia Renova Avidatun Nisa&#039;; Ni Wayan Dwi Rosmalawati; Duhita Dyah Apsari
Madu Jurnal Ilmu Kebidanan Vol 15, No 1: Juni 2026
Publisher : Program Studi DIV Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/mjk.15.1.1-6.2026

Abstract

The rate of transmission of infectious diseases from mother to child such as HIV, Syphilis and Hepatitis B in Indonesia is still high. This group of infections is the main threat of congenital infections during pregnancy which can cause abnormalities in the fetus. In 2016, the World Health Organization (WHO) created a strategy program to prevent the transmission of infectious diseases from mother to child, known as Triple Elimination. Several factors that influence triple elimination examinations are the knowledge and attitudes of pregnant women in carrying out triple elimination examinations. research is to determine the relationship between knowledge and attitudes of pregnant women regarding triple elimination examinations at the Arjowinangun Community Health Center, Malang City. The research method is correlational analysis with a cross-sectional approach. The population in this study is the average number of pregnant women who visited ANC in January-March 2024, namely 90 pregnant women. Samples were taken using Consecutive sampling totaling 36. The research instrument used a questionnaire. Primary data collection. The statistical test uses the Spearmen Rank with a p-value < (0.05), meaning that there is a relationship between the knowledge and attitudes of pregnant women and the Triple Elimination examination. The results of this research showed that the knowledge variable had a p-value < 0.001, the attitude variable had a p-value < 0.001. There is a relationship between the knowledge and attitudes of pregnant women and the Triple Elimination examination in the working area of the Arjowinangun Community Health Center, Malang City.