Nyeri menstruasi atau dismenore merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang paling sering dialami oleh wanita. Dismenore dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, prestasi akademik, dan kualitas hidup. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan nyeri menstruasi adalah Indeks Massa Tubuh (IMT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara IMT dan nyeri menstruasi pada wanita. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Sampel penelitian terdiri dari 60 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data IMT diperoleh melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan untuk menghitung nilai IMT, sedangkan intensitas nyeri menstruasi dinilai menggunakan Visual Analog Scale (VAS). Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata usia responden adalah 18,43 ± 1,01 tahun. Rata-rata berat badan responden adalah 54,83 ± 17,40 kg, rata-rata tinggi badan 158,65 ± 4,65 cm, dan rata-rata IMT 21,05 ± 3,44 kg/m². Rata-rata skor intensitas dismenore adalah 6,02 ± 2,31. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara IMT dan intensitas nyeri menstruasi dengan nilai p sebesar 0,001 (p < 0,05) dan koefisien korelasi r = 0,47, yang menunjukkan korelasi positif sedang.
Copyrights © 2026