Kemampuan dalam menyelesaikan soal narasi matematika tidak hanya bergantung pada kemahiran numerik saja, tetapi juga pada penguasaan bahasa sebagai media pendekatan masalah. Artikel ini membahas tentang peran bahasa Indonesia dalam memahami soal narasi yang ada di dalam matematika. Masalah utama yang akan di bahas adalah tingginya tingkat kegagalan siswa dalam memecahkan soal cerita yang bukan disebabkan oleh rendahnya kemampuan numerik, melainkan karena hambatan literasi. Hambatan utama siswa dalam memecahkan soal cerita sering kali berakar pada kegagalan linguistik, seperti kemampuan mengindetifikasi kata kunci dalam struktur kalimat. Peran bahasa Indonesia mencakup aspek semantik untuk memahami makna diksi dan aspek sintaksis untuk menyusun alur logika formal. Artikel ini menegaskan bahwa penguatan literasi bahasa Indonesia yang sejalan dengan kaidah EYD sangat penting untuk meningkatkan kemampuan penalaran kritis. Kunci dalam mewujudkan keberhasilan literasi numerik dalam kurikulum pendidikan dengan mengintegrasikan antara kemampuan berbahasa dan logika numeriknya.
Copyrights © 2026