Permasalahan pengelolaan emosi pada anak usia dini menjadi perhatian serius di TK Budhi Yasa. Berdasarkan observasi dan data kuesioner, ditemukan kecenderungan perilaku hiperaktif dan kesulitan regulasi diri, di mana 28,9% siswa sering tantrum dan 60,5% mudah menangis. Kondisi ini diperburuk oleh pola penggunaan gawai yang mencapai 100% namun didominasi oleh konsumsi konten pasif. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran Augmented Reality (AR) Flash Card bernama "Emosi Advanture" sebagai solusi untuk mengalihfungsikan gawai menjadi media belajar aktif. Metode penelitian menggunakan Research and Development (R&D) dengan model Multimedia Development Life Cycle (MDLC) yang mencakup enam tahapan sistematis. Aplikasi ini memvisualisasikan empat emosi dasar (senang, sedih, marah, takut) menjadi objek 3D konkret untuk menjembatani pemikiran abstrak anak. Dilengkapi fitur voice recognition dan permainan puzzle, aplikasi ini menuntut interaksi verbal dan motorik anak. Hasil pengujian Black Box mengonfirmasi bahwa seluruh fungsi navigasi, deteksi marker, dan respons audio-visual berjalan valid. Secara teoretis, media ini menerapkan prinsip Active Learning yang berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menyenangkan (joyful), sehingga efektif menstimulus kecerdasan emosional anak.Kata Kunci: Augmented Reality, Flash Card, Pengenalan Emosi, Anak Usia Dini, MDLC, Perancangan Sistem.
Copyrights © 2026