Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya media informasi yang menarik untuk memperkenalkan tradisi Megoak-goakan kepada generasi muda. Penelitian ini bertujuan film pendek mengembangkan animasi tiga dimensi (3D) tradisi Megoak-goakan serta mengetahui tingkat kelayakan dan respon pengguna terhadap media yang dikembangkan. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model Multimedia Development Life Cycle (MDLC) yang meliputi tahapan konsep, desain, pengumpulan material, perakitan, pengujian, dan distribusi. Subjek penelitian terdiri dari ahli isi, ahli media, dan responden pengguna. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dan angket, sedangkan analisis data menggunakan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film animasi 3D tradisi Megoak-goakan berhasil dikembangkan dan mampu merepresentasikan nilai sejarah, filosofi, dan sosial melalui elemen visual dan alur cerita. Hasil uji ahli dan respon pengguna menunjukkan kategori sangat baik sehingga media dinyatakan layak digunakan sebagai media informasi dan edukasi budaya lokal.
Copyrights © 2026