Penurunan pemahaman teologis tentang kekudusan dalam relasi pacaran di kalangan pemuda Kristen masa kini menjadi latar belakang utama penelitian ini, di mana terjadi kesenjangan antara doktrin yang diajarkan dengan praktik hidup sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Kidung Agung 3:5 sebagai dasar bagi spiritualitas kekudusan dalam pacaran pemuda Kristen. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan kualitatif dengan pendekatan hermeneutik naratif, eksegesis, teologi sistematis, dan praktis-teologis. Pembahasan terdiri dari tiga sub bab: pertama, analisis eksegesis Kidung Agung 3:5 yang menemukan bahwa ayat ini mengandung prinsip penantian aktif melalui pengulangan kata te'oreru dalam bahasa Ibrani; kedua, konstruksi teologi kekudusan yang merumuskan tiga pilar utama, yaitu penantian aktif, pengendalian diri yang sadar, dan kesetiaan perjanjian; ketiga, implementasi spiritualitas kekudusan dalam tiga ranah, yakni pendidikan dan pembinaan pemuda, konseling pastoral, serta spiritualitas personal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Kidung Agung 3:5 menawarkan fondasi teologis yang kokoh bagi spiritualitas kekudusan dalam pacaran, di mana cinta dikelola dalam bingkai waktu, karakter, dan komitmen yang berpusat pada kehendak ilahi, sehingga relevan untuk diterapkan dalam konteks pembinaan pemuda Kristen masa kini.
Copyrights © 2026