PenelitianĀ ini bertujuan untuk menganalisis fenomena narsisme dan masyarakat transparansi dalam novel The Picture of Dorian Gray karya Oscar Wilde dengan perspektif filsafat sosial Byung-Chul Han. Kajian ini berawal dari pemikiran Han mengenai masyarakat transparansi yang menekankan visibilitas, performativitas, dan pengungkapan diri sebagai nilai utama dalam kehidupan modern. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif-interpretatif melalui analisis teks sastra dan konsep-konsep filosofis Byung-Chul Han. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Dorian Gray merepresentasikan subjek narsistik yang terperangkap dalam obsesi terhadap citra diri, penampilan, dan pengakuan sosial. Potret yang menyimpan jejak kerusakan moralnya menjadi simbol pemisahan antara identitas asli dan citra yang ditampilkan kepada publik. Dalam perspektif Han, kondisi tersebut mencerminkan erosi subjek yang terjadi ketika individu lebih fokus pada pencitraan daripada refleksi diri. Transparansi yang terlihat dalam kehidupan Dorian bukanlah bentuk kejujuranĀ eksistensial, melainkan cara yang menutupi krisis identitas dan kekosongan batin. Dengan demikian, novel ini tidak hanya mengkritik kultus kecantikan dan hedonisme, tetapi juga memberikan gambaran relevan mengenai krisis subjektivitas dalam masyarakat modern yang dikuasai oleh logika narsisme dan tuntutan untuk selalu tampak sempurna.
Copyrights © 2026