Jemmy Harto
Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EPISTEMOLOGY IN THE PERSPECTIVE OF ISLAMIC PHILOSOPHY OF SCIENCE: THE INTEGRATION OF REVELATION, INTELLECT, AND SPIRITUAL EXPERIENCE IN THE ISLAMIC INTELLECTUAL TRADITION Jemmy Harto; Ilzamudin Ma’mur; Mufti Ali; Umdatul Hasanah
TADBIRUNA: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 5 No 2 (2026): TADBIRUNA
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51192/jurnalmanajemenpendidikanislam.v5i2.2541

Abstract

The development of modern science tends to be dominated by an epistemology that places ratio and empirical experience as the primary foundations of truth, thereby marginalizing transcendent dimensions and normative values. This condition creates the need for a more comprehensive epistemological framework. This paper aims to examine epistemology from the perspective of Islamic philosophy of science by emphasizing the integration of revelation, intellect, and spiritual experience as the foundations for the acquisition and validation of knowledge within the Islamic intellectual tradition. This study employs a qualitative approach through library research, using conceptual analysis of literature on philosophy of science as well as classical and contemporary Islamic thought. The findings indicate that Islamic epistemology is holistic and theocentric, in which revelation functions as the primary normative source, reason acts as the rational instrument, and empirical experience serves as a means of verifying the reality of the natural world.The integration of these three elements forms an epistemological framework that not only emphasizes rational and empirical truth but also relates it to ethical and metaphysical dimensions. Therefore, Islamic epistemology provides a theoretical contribution to the development of the philosophy of science and to the formulation of a scientific paradigm oriented toward truth and human well-being within the context of contemporary knowledge
Narsisme dan Masyarakat Transparansi: Erosi Subjek dalam The Picture of Dorian Gray Perspektif Byung-Chul Han Ahmad Ainur Ridho; Adi Mohammad Pajar; Safiin Mansur; Jemmy Harto; Ahmad Maftuh
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 1 (2026): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v7i1.600

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena narsisme dan masyarakat transparansi dalam novel The Picture of Dorian Gray karya Oscar Wilde dengan perspektif filsafat sosial Byung-Chul Han. Kajian ini berawal dari pemikiran Han mengenai masyarakat transparansi yang menekankan visibilitas, performativitas, dan pengungkapan diri sebagai nilai utama dalam kehidupan modern. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif-interpretatif melalui analisis teks sastra dan konsep-konsep filosofis Byung-Chul Han. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Dorian Gray merepresentasikan subjek narsistik yang terperangkap dalam obsesi terhadap citra diri, penampilan, dan pengakuan sosial. Potret yang menyimpan jejak kerusakan moralnya menjadi simbol pemisahan antara identitas asli dan citra yang ditampilkan kepada publik. Dalam perspektif Han, kondisi tersebut mencerminkan erosi subjek yang terjadi ketika individu lebih fokus pada pencitraan daripada refleksi diri. Transparansi yang terlihat dalam kehidupan Dorian bukanlah bentuk kejujuran eksistensial, melainkan cara yang menutupi krisis identitas dan kekosongan batin. Dengan demikian, novel ini tidak hanya mengkritik kultus kecantikan dan hedonisme, tetapi juga memberikan gambaran relevan mengenai krisis subjektivitas dalam masyarakat modern yang dikuasai oleh logika narsisme dan tuntutan untuk selalu tampak sempurna.