Permasalahan kesehatan mental mahasiswa menjadi isu yang semakin penting dalam lingkungan pendidikan tinggi. Praktik ibadah dipandang memiliki peran sebagai bentuk coping spiritual yang membantu mahasiswa menghadapi tekanan psikologis dan menjaga kesejahteraan mental. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran praktik ibadah sebagai mekanisme coping spiritual dalam menjaga kesehatan mental mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis 25 artikel ilmiah yang dipublikasikan pada tahun 2020–2025. Proses seleksi literatur dilakukan menggunakan pedoman PRISMA. Hasil kajian menunjukkan bahwa praktik ibadah seperti salat, doa, dzikir, dan membaca Al-Qur’an berkontribusi terhadap penurunan stres, regulasi emosi, peningkatan resiliensi, dan kesejahteraan psikologis mahasiswa. Efektivitas coping spiritual dipengaruhi oleh tingkat religiositas, pengalaman spiritual, dan dukungan sosial keagamaan. Kajian ini menegaskan bahwa praktik ibadah tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas ritual, tetapi juga sebagai sumber daya psikologis dalam membantu mahasiswa menghadapi tantangan akademik dan sosial..
Copyrights © 2026