Sambungan baut merupakan elemen penting dalam konstruksi baja yang berfungsi menyalurkan beban antar elemen struktur. Kesalahan dalam perencanaan spasi baut dapat menurunkan kekuatan sambungan dan meningkatkan risiko kegagalan struktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi spasi baut terhadap kuat geser sambungan baut ganda pada pelat baja serta menentukan spasi optimal berdasarkan hasil uji eksperimental. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium menggunakan mesin uji tarik pada lima variasi spasi baut, yaitu 20 mm, 40 mm, 60 mm, 80 mm, dan 100 mm, dengan masing-masing kelompok terdiri dari empat sampel. Data beban puncak digunakan untuk menentukan nilai kuat geser rata-rata sambungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kuat geser sambungan mengalami fluktuasi pada setiap variasi spasi baut, dengan nilai rata-rata berkisar antara 21962,50 N hingga 23725,00 N. Berdasarkan analisis regresi kuadratik (trendline), diperoleh spasi baut optimal sebesar 69,746 mm dengan kuat geser maksimum rata-rata sebesar 23533,797 N. Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan nonlinier antara spasi baut dan kuat geser sambungan. Kesimpulannya, penentuan spasi baut yang tepat dapat meningkatkan efisiensi dan kekuatan sambungan pada struktur baja. Penelitian ini memberikan implikasi penting dalam perencanaan sambungan baut pada konstruksi baja agar lebih optimal, aman, dan ekonomis sesuai ketentuan SNI 1729:2015. Disarankan agar penelitian lanjutan mempertimbangkan variasi diameter baut dan ketebalan pelat untuk mendapatkan model optimasi yang lebih komprehensif.
Copyrights © 2026