Wilayah perbatasan darat Republik Indonesia–Republik Demokratik Timor Leste (RI–RDTL), khususnya di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Wini, menghadapi ancaman serius berupa penyelundupan narkoba melalui jalur tidak resmi yang memanfaatkan kondisi geografis yang kompleks. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi peningkatan kapabilitas Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) TNI AD dalam mencegah penyelundupan narkoba pada periode 2024–2025. Penelitian dilakukan di kawasan PLBN Wini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumen. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan DOTMLPFI untuk mengidentifikasi kesenjangan kapabilitas dan peluang penguatan strategi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan efektivitas pengamanan perbatasan memerlukan integrasi teknologi surveilans modern, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta sinergi antar-instansi dan pemberdayaan masyarakat melalui pembinaan teritorial. Strategi tersebut terbukti mampu memperkuat sistem deteksi dini dan mempersempit ruang gerak jaringan penyelundupan narkoba di wilayah perbatasan.
Copyrights © 2026