Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) tidak hanya berfokus pada penguasaan tata bahasa, tetapi juga pada kemampuan menggunakan bahasa secara lancar dan sesuai dengan situasi nyata. Salah satu masalah yang sering dihadapi pemelajar asing, terutama pada tingkat pemula dan menengah, adalah kesulitan berbicara secara spontan dan alami dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara penguasaan struktur bahasa dan kemampuan berkomunikasi secara nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas percakapan nyata sebagai strategi pembelajaran BIPA serta menjelaskan perannya dalam meningkatkan kelancaran berbahasa pemelajar asing. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Data dikumpulkan melalui kajian berbagai sumber tertulis, seperti buku, artikel jurnal ilmiah, dan hasil penelitian yang relevan dengan pembelajaran BIPA, komunikasi autentik, dan strategi pembelajaran bahasa. Hasil kajian menunjukkan bahwa aktivitas percakapan nyata, seperti simulasi transaksi sehari-hari, bermain peran dalam situasi tertentu, dan diskusi pengalaman pribadi, dapat meningkatkan kelancaran berbicara, kepercayaan diri, serta kemampuan menggunakan ungkapan secara lebih alami dan sesuai konteks. Aktivitas ini juga membantu pemelajar mengurangi jeda saat berbicara dan meningkatkan kemampuan merespons secara langsung. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan aktivitas percakapan nyata dapat membantu memperkuat kompetensi komunikatif dan pragmatik pemelajar.
Copyrights © 2026