Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kebiasaan berbahasa mahasiswa di media sosial terhadap kesalahan pengejaan dalam penulisan tugas akademik. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain survei melalui penyebaran angket kepada 25 mahasiswa di Sumatera Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa cenderung menggunakan bahasa tidak baku dan singkatan di media sosial, namun tidak seluruhnya membawa kebiasaan tersebut ke dalam penulisan akademik. Sebagian mahasiswa mampu membedakan penggunaan bahasa informal dan formal sesuai kaidah Ejaan Bahasa Indonesia (EBI). Meskipun demikian, kesalahan pengejaan masih ditemukan, terutama dipengaruhi oleh faktor ketelitian dan kebiasaan literasi. Dengan demikian, media sosial memiliki pengaruh potensial terhadap kesalahan ejaan, tetapi bukan satu-satunya faktor yang menentukan.
Copyrights © 2026