Kemampuan berbicara merupakan aspek penting dalam perkembangan bahasa anak usia dini, namun masih ditemukan anak yang mengalami keterlambatan bicara (speech delay) sehingga mengalami kesulitan dalam mengekspresikan gagasan dan berinteraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi storytelling berbasis buku cerita dalam mendukung perkembangan kemampuan berbicara anak speech delay usia 5–6 tahun di TK YPPSB Sangatta Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, dengan subjek sebanyak lima anak yang teridentifikasi mengalami speech delay. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi storytelling berbasis buku cerita yang dilakukan melalui tahap pra-bercerita, saat bercerita, dan pasca-bercerita mampu meningkatkan kemampuan berbicara anak. Peningkatan tersebut meliputi penguasaan kosakata, kejelasan artikulasi, serta kemampuan menyusun kalimat sederhana. Kegiatan storytelling juga meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri anak dalam berkomunikasi. Storytelling berbasis buku cerita dapat menjadi strategi pembelajaran yang efektif dan kontekstual dalam menstimulasi perkembangan bahasa anak speech delay.
Copyrights © 2026