Penelitian ini diarahkan untuk mengkaji implikasi keterlambatan bicara terhadap perkembangan sosial-emosional anak usia dini. Kajian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Partisipan penelitian meliputi dua anak berusia enam tahun, sementara data dikumpulkan melalui pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Proses analisis data dilaksanakan melalui tahapan reduksi data, pemaparan data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa speech delay berpotensi memengaruhi perkembangan sosial-emosional anak usia dini. Hambatan tersebut terjadi ketika kemampuan bahasa anak belum mencapai perkembangan yang sesuai, sehingga berpengaruh terhadap perilaku anak, seperti menurunnya rasa percaya diri, kesulitan membangun relasi sosial dan bermain bersama teman sebaya, serta dominannya penggunaan gestur tubuh dalam komunikasi. Oleh karena itu, anak dengan keterlambatan bicara perlu memperoleh perhatian dan intervensi dini melalui peran lingkungan sekolah serta stimulasi keluarga, agar perkembangan sosial-emosionalnya dapat terfasilitasi secara optimal dan dampak perilaku akibat kesulitan komunikasi dapat ditekan.
Copyrights © 2026