Gangguan okupasi pada anak merupakan kondisi yang dapat mempengaruhi kemampuan anak dalam melakukan aktivitas sehari-hari, termasuk bermain, belajar, dan berinteraksi sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak gangguan okupasi terhadap perkembangan sosial dan akademik anak. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur terhadap 15 artikel ilmiah yang diterbitkan pada tahun 2018-2023 dan diperoleh dari Google Scholar serta PubMed. Hasil kajian menunjukkan bahwa gangguan okupasi berpengaruh terhadap kemampuan sosial anak, seperti interaksi dengan teman sebaya, komunikasi, dan partisipasi dalam lingkungan sosial. Selain itu, gangguan okupasi juga berdampak pada aspek akademik, terutama dalam konsentrasi, mengikuti instruksi, dan keterlibatan dalam kegiatan belajar. Berbagai faktor pendukung, seperti lingkungan keluarga yang positif, intervensi terapi okupasi, dan dukungan sekolah, berperan dalam mengurangi dampak yang muncul. Oleh karena itu, kerja sama orang tua, guru, dan tenaga profesional diperlukan untuk mendukung perkembangan sosial dan akademik anak secara optimal.
Copyrights © 2026