Penguatan nilai moderasi beragama di perguruan tinggi menjadi tantangan penting di tengah meningkatnya gejala intoleransi dan polarisasi sosial generasi muda. Rumah Moderasi IAIN Langsa sebagai pusat pengembangan Islam Wasathiyah menghadapi berbagai kendala, seperti belum adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) dan modul pembelajaran yang baku, lemahnya koordinasi kelembagaan, serta rendahnya partisipasi sivitas akademika. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat eksistensi dan efektivitas Rumah Moderasi melalui penyusunan SOP kelembagaan dan pengembangan modul akademik Mata Kuliah Studi Islam Wasathiyah. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan dosen, mahasiswa, dan pemangku kepentingan secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam tata kelola dan pelaksanaan program moderasi. Rumah Moderasi kini memiliki pedoman operasional yang sistematis, modul ajar yang terintegrasi, serta meningkatnya antusiasme dosen dan mahasiswa terhadap kegiatan moderasi. Dampak positif juga terlihat dari perluasan kerja sama lintas lembaga dan meningkatnya kesadaran moderat di lingkungan akademik. Pengabdian ini berhasil menciptakan fondasi kelembagaan dan akademik yang kuat bagi pengembangan Islam Wasathiyah di IAIN Langsa, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai motor penggerak moderasi beragama di masyarakat.
Copyrights © 2026