Era Society 5.0 menuntut guru PAUD untuk memiliki literasi digital yang menyeluruh, bukan sekadar mengenal perangkat teknologi. Di wilayah pedesaan, tuntutan ini berbenturan dengan keterbatasan infrastruktur, minimnya pelatihan absennya standar digital yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan mengkaji kondisi aktual literasi digital guru, bentuk kesenjangan yang terjadi di lapangan, serta faktor penghambat dan pendukungnya di TK Miftahul Ulum Brukbuk, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi kasus, yang memungkinkan penggalian data secara mendalam melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menghadapi hambatan berlapis yang saling mengunci: akses internet tidak stabil, perangkat digital tidak tersedia, dan pelatihan profesional tidak terjangkau. Kesenjangan yang ditemukan bukan sekadar soal kemampuan teknis, melainkan cerminan dari jarak sistemik antara kebijakan nasional dan realitas lapangan yang belum pernah dikaji secara mendalam pada satu lembaga PAUD pedesaan di Jawa. Penelitian ini merekomendasikan agar pemangku kebijakan merancang program pelatihan yang responsif dan kontekstual terhadap keterbatasan nyata guru PAUD di pedesaan.
Copyrights © 2026