Tingkat Turnover intention pada tenaga kesehatan, khususnya bidan dan perawat, menjadi isu penting bagi rumah sakit karena berdampak pada stabilitas pelayanan, beban kerja, serta mutu asuhan kepada pasien. Faktor psikologis seperti hope (harapan) dan career identity (identitas karier) diyakini berperan penting dalam menekan niat berpindah kerja melalui peningkatan Kepuasan Kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh hope dan career identity terhadap Turnover intention dengan Kepuasan Kerja sebagai variabel intervening pada bidan dan perawat di Rumah Sakit X. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional dan model kausalitas, melibatkan seluruh populasi sebanyak 104 bidan dan perawat sebagai responden penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM–PLS) melalui aplikasi SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hope berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Kerja (T = 4,187; p = 0,001) serta berpengaruh negatif terhadap Turnover intention (T = 2,091; p = 0,037). Career identity juga berpengaruh positif terhadap Kepuasan Kerja (T = 5,122; p = 0,001) dan negatif terhadap Turnover intention (T = 5,588; p = 0,001). Selain itu, Kepuasan Kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Turnover intention (T = 3,656; p = 0,001) serta mengintervensi secara signifikan hubungan antara hope dan career identity terhadap Turnover intention (p < 0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat harapan dan identitas karier yang dimiliki bidan dan perawat, semakin tinggi Kepuasan Kerja mereka, dan semakin rendah niat untuk berpindah kerja.
Copyrights © 2026