ABSTRACT Hypertension is a common health issue worldwide and has the potential to cause kidney damage, which is a highly dangerous complication. Since early-stage hypertension is often asymptomatic, patients are frequently unaware of the risks. The aim of this qualitative study is to explore how patients with early-stage hypertension perceive the risk of kidney damage and how they prevent it. This study uses a phenomenological approach, combined with Colaizzi’s model of data analysis. A purposive sample of 15–20 participants was selected based on specific criteria. The research findings include: incomplete understanding; medical knowledge within cultural and belief contexts; prevention strategies as social practice; the speaking body; and external locus of control. Since patients' preventive behaviors are more strongly influenced by social and cultural contexts as well as subjective bodily experiences, the findings indicate that abstract knowledge of risks does not always lead to tangible preventive actions. The results suggest that healthcare professionals should adopt a more friendly and personalized educational approach that not only provides information but also helps patients understand the threats and take control of their own health. To prevent kidney damage in early-stage hypertensive patients, they must change how they view themselves and their future health. Keywords: Early Stage Hypertension, Threat of Kidney Damage, Prevention Strategies, Patient Interpretation, Qualitative Research. ABSTRAK Hipertensi adalah masalah kesehatan yang umum di seluruh dunia dan berpotensi menyebabkan kerusakan ginjal, yang merupakan komplikasi yang sangat berbahaya. Karena hipertensi stadium awal seringkali asimtomatik, pasien seringkali tidak menyadari bahaya tersebut. Tujuan dari penelitian kualitatif ini adalah untuk melihat bagaimana pasien dengan hipertensi stadium awal melihat risiko kerusakan ginjal dan cara mereka mencegahnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologis, yang dikombinasikan dengan analisis data model Colaizzi. 15–20 peserta dipilih secara purposive berdasarkan kriteria. Hasil penelitian: Kurangnya pengetahuan medis tentang konteks budaya dan kepercayaan; strategi pencegahan sebagai praktik sosial; tubuh yang berbicara; dan pusat kendali eksternal. Karena perilaku pencegahan pasien lebih dipengaruhi oleh konteks sosial, budaya, dan pengalaman subjektif tubuh, temuan menunjukkan bahwa pemahaman abstrak tentang risiko tidak selalu mendorong tindakan pencegahan nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tenaga kesehatan harus menggunakan pendekatan edukasi yang lebih ramah dan personal yang tidak hanya memberikan informasi tetapi juga membantu pasien memahami ancaman dan mengambil kendali atas kesehatan mereka sendiri. Untuk mencegah kerusakan ginjal pada pasien hipertensi stadium awal, mereka harus mengubah cara mereka melihat diri mereka sendiri dan masa depan kesehatan mereka. Kata Kunci: Hipertensi Stadium Awal, Ancaman Kerusakan Ginjal, Strategi Pencegahan, Interpretasi Pasien, Penelitian Kualitatif.
Copyrights © 2026