Penelitian ini merupakan kajian komparatif arketipe kisah "Pecinta yang Malang" dalam naskah Jayaprana Layonsari, Romeo dan Juliet, dan Sampek Engtay. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif melalui Kritik Arketipal Northrop Frye dan transformasi data numerik berbasis Digital Humanities. Penelitian menunjukkan dominansi unik pada setiap teks: Jayaprana Layonsari didominasi The Pharmakos (politik), Romeo dan Juliet oleh Fate (takdir), dan Sampek Engtay oleh Isolation (sosial). Integrasi data numerik mendapati, bahwa inti ketiga teks tersebut adalah ketidakberdayaan individu dalam kekuatan eksternal, sekaligus mengubah apresiasi sastra yang bersifat subjektif menjadi analisis ilmiah yang terukur (objektif).
Copyrights © 2026