Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep ecofolklorism sebagai bentuk kearifan lokal dalam konservasi lingkungan melalui mitos. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis naratif berbasis data budaya, yang berfokus pada penelusuran mitos dan cerita rakyat yang berkembang dalam masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larangan berbasis mitos, seperti larangan menebang pohon besar, berburu hewan langka, melakukan aktivitas di sumber mata air, memasuki hutan keramat, hingga larangan eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan, memiliki fungsi ekologis yang signifikan. Mitos berperan sebagai mekanisme sosial dalam mengontrol perilaku masyarakat terhadap lingkungan melalui nilai dan kepercayaan yang diwariskan secara turun-temurun. Temuan ini menegaskan bahwa folklore mengandung pengetahuan ekologis yang relevan bagi praktik konservasi modern berbasis budaya.
Copyrights © 2026