Anak Agung Ngurah Bagus Janitra Dewanta
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Pembelajaran Berbasis Aktivitas Bermain untuk Meningkatkan Kemandirian Anak SLB Yelli Fitri; Rini Adriani Auliana; Lianda Dewi Sartika; Anak Agung Ngurah Bagus Janitra Dewanta; Ayunda Wulandari; Wirdullutfi; Baiq Isti Hijriani
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 2 (2026): April-Juni 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i2.15169

Abstract

This community service aimed to improve the independence of students in a Special School (SLB) through structured play-based learning. The main issue addressed was low student engagement and independence due to limited teaching methods. The activity was conducted through preparation, implementation, and evaluation stages by applying structured play activities such as guessing sounds and imitating animal movements. Evaluation was carried out through observation of participation, ability to follow instructions, and student independence. The results showed improvements in engagement, ability to follow instructions, and independence, indicated by reduced reliance on teacher assistance. The learning environment also became more enjoyable and interactive, encouraging students to be more active and confident. This activity provides a practical alternative for teachers to develop engaging and structured learning, and demonstrates that play-based learning can be an effective approach to enhance independence among students with special needs.
ECOFOLKLORISM: PERAN FOLKLORE DALAM PELESTARIAN LINGKUNGAN BERBASIS BUDAYA Ahmad Rifa'i; Anak Agung Ngurah Bagus Janitra Dewanta
Buana Bastra Vol 13 No 1 (2026): JURNAL ILMIAH BUANA BASTRA
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/bastra.vol13.no1.a11427

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep ecofolklorism sebagai bentuk kearifan lokal dalam konservasi lingkungan melalui mitos. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis naratif berbasis data budaya, yang berfokus pada penelusuran mitos dan cerita rakyat yang berkembang dalam masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larangan berbasis mitos, seperti larangan menebang pohon besar, berburu hewan langka, melakukan aktivitas di sumber mata air, memasuki hutan keramat, hingga larangan eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan, memiliki fungsi ekologis yang signifikan. Mitos berperan sebagai mekanisme sosial dalam mengontrol perilaku masyarakat terhadap lingkungan melalui nilai dan kepercayaan yang diwariskan secara turun-temurun. Temuan ini menegaskan bahwa folklore mengandung pengetahuan ekologis yang relevan bagi praktik konservasi modern berbasis budaya.