Studi hadis di lingkungan pesantren sejauh ini cenderung didominasi oleh pendekatan struktural-tekstual yang kaku, sehingga kerap mengabaikan aspek keindahan bahasa (balaghah) dan dampak emosional teks terhadap pembaca. Kesenjangan metodologis inilah yang menegaskan urgensi eksplorasi terhadap Kitab Khashais al-Musthafa karya Syekh Nashiruddin al-Mughaltha, sebuah karya kaya ekspresi sastra tinggi yang belum tersentuh kajian akademik. Penelitian ini bertujuan mengungkap dimensi estetika dan retorika hadis keutamaan Nabi, dengan fokus pada pengaruh majas serta taukid terhadap penyampaian pesan kenabian. Masalah tersebut dibahas secara komprehensif menggunakan pendekatan sastra (al-manhaj al-adabi) dan teknik kritik sastra (manhaj al-ilal), yang diintegrasikan secara apik dengan studi takhrij hadis. Analisis mendalam difokuskan pada tujuh hadis pilihan yang memiliki syawahid kuat dalam Kutub Sab’ah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan majas dan taukid secara signifikan mampu memperkuat nilai estetika sekaligus daya pengaruh (power of influence) teks dalam mempertegas pesan moral serta edukatif. Penelitian menyimpulkan bahwa pendekatan sastra merupakan metodologi valid untuk memperkaya pemahaman hadis secara lebih mendalam, imajinatif, dan kontekstual di era kontemporer.
Copyrights © 2026